Piala Sudirman: Kalahkan Taiwan, Ini Evaluasi Tim Indonesia

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebulu tangkis ganda putri Indonesia Greysia Polii (kanan) dan Apriyani Rahayu melakukan selebrasi usai menang melawan ganda putri Denmark Maiken Fruergaard dan Sara Thygesen pada babak penyisihan grup 1B Piala Sudirman 2019 di Guangxi Sports Center Gymnasium, Nanning, Cina, Rabu, 22 Mei 2019. Indonesia melaju ke babak perempat final Piala Sudirman 2019 sebagai juara grup meskipun kalah 2-3 dari Denmark. ANTARA/Wahyu Putro A

    Pebulu tangkis ganda putri Indonesia Greysia Polii (kanan) dan Apriyani Rahayu melakukan selebrasi usai menang melawan ganda putri Denmark Maiken Fruergaard dan Sara Thygesen pada babak penyisihan grup 1B Piala Sudirman 2019 di Guangxi Sports Center Gymnasium, Nanning, Cina, Rabu, 22 Mei 2019. Indonesia melaju ke babak perempat final Piala Sudirman 2019 sebagai juara grup meskipun kalah 2-3 dari Denmark. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Usai mengalahkan Taiwan di laga perempat final yang ketat pada Jumat, Indonesia akan menghadapi unggulan pertama, Jepang, di semifinal Piala Sudirman 2019 di Nanning, China.

    "Secara keseluruhan atlet memang sudah berusaha, tapi untuk ganda putra dan ganda putri mereka luar biasa penampilannya. Mereka memang tahu jika mereka adalah pagarnya kita, andalan kita," ungkap Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PB PBSI Susy Susanti di Nanning, China.

    Di partai pembuka ganda putra Indonesia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo membuka keunggulan 1-0 bagi Indonesia dengan mengalahkan ganda putra Taiwan Lee Yang/Wang Chi-Lin dua gim 21-17 21-17.

    Namun, setelah itu Indonesia menderita kekalahan di dua partai selanjutnya ketika Gregoria Mariska Tunjung kalah di tangan peringkat satu dunia Tai Tzu Ying 16-21, 14-21, kemudian Jonathan Christie, yang tampil di bawah perfoma, takluk 11-21 13-21 atas tunggal putra Taiwan Chou Tien Chen.

    Walaupun sempat tertinggal 1-2, kekompakan dan kebersamaan tim mampu membawa timnas Indonesia memenangi dua partai terakhir melawan Taiwan itu.

    "Pada saat pengarahan kami arahkan pada semua tim bahwa kita harus kompak. Kita harus bantu dan dukung semua pemain yang ada di lapangan," ungkap peraih medali emas Olimpiade 1992 itu.

    Skuat timnas bulu tangkis Indonesia pun tampak bersorak sorai dan memberi semangat rekannya dari box pemain di pinggir lapangan.

    Susi pun tak menyangkal jika tunggal putri dan tunggal putra Indonesia tampil di bawah performa.

    Gregoria masih bisa memberikan perlawanan kepada peringkat satu Taiwan, namun harus lebih bermain aman dan lebih berani menahan lawan. "Jorji harus lebih siap lagi, lebih siap capek. Satu poin itu sayang, jangan gampang untuk buang bola."

    "Memang secara kelas Jorji kalah, tapi paling tidak dia bisa lebih maksimal. Kalau melihat dari permainan, Jorji banyak menekan lawan juga, sebetulnya tidak kalah secara teknis. Hanya banyak kesalahan, itu yang harus diperbaiki untuk ke depannya," kata Susi.

    Menghadapi tunggal putri peringkat 1 dunia itu, Gregoria tampak gugup ketika diberi bola-bola backhand menyilang di depan net yang membuat dia kehilangan sejumlah poin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.