Terlibat Pengaturan Skor, Mantan Pemain Real Madrid Masuk Penjara

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepakbola asal Portugal, Cristiano Ronaldo menggandeng kekasihnya, Georgina Rodriguez melewati awak media setelah menjalani sidang di Madrid, Spanyol, 22 Januari 2019. REUTERS

    Pesepakbola asal Portugal, Cristiano Ronaldo menggandeng kekasihnya, Georgina Rodriguez melewati awak media setelah menjalani sidang di Madrid, Spanyol, 22 Januari 2019. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan pemain bertahan Real Madrid dan Leeds, Raul Bravo, harus masuk dalam kerangkeng besi setelah didakwa oleh majelis hakim terlibat skandal pengaturan skor.

    Pemain Spanyol berusia 38 tahun kelahiran Malaga dan Carlos Aranda yang pernah bermain untuk sejumlah klub termasuk Villareal dan Granada dikirimkan ke penjara lokal setelah tampil di pengadilan di kota utara Spanyol, Huesca, pada Kamis 30 Mei 2019.

    "Namun keduanya bisa menghirup udara bebas jika sanggup membayar uang jaminan sebesar €100 ribu atau kira-kira setara dengan Rp 1,6 miliar," Daily Mail melaporkan, Jumat, 31 Mei 2019.

    Setelah menjalani proses peradilan, sejumlah media setempat melalporkan, keduanya dibawa oleh kendaraan kepolisian untuk dimasukkan ke dalam penjara Zuera dekat Zaragoza.

    Dalam kasus pengaturan skor, Bravo diiduga kuat berada di balik seluruh suap menyuap permainan sepak bola di La Liga. Sedangkan enam tersangka lainnya masih dalam penyelidikan kepolisia.

    Sementara itu, majelis hakim pengadilan membenarkan bahwa Bravo dan Aranda berada dalam pengamanan petugas. Salah seorang anggota majelis hakim mengatakan, "Pengadilan Hueca mengirimkan Raul Bravo dan Carlos Aranda ke penjara. Keduanya boleh bebas asalkan masing-masing membayar uang jaminan sebesar 100 ribu euro atau setara dengan Rp 1,6 miliar."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.