Bulu Tangkis: Hayom Rumbaka Bahas Performa Jonatan dan Anthony

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Bulutangkis Indonesia, Dionysius Hayom Rumbaka  saat melawan Pemain Indonesia Simon Santoso dan kalah oleh Simon Santoso dalam perempat final Djarum Indonesia Open 2012 di Istora Senayan Jakarta (15/06). Tempo/Amston Probel

    Pemain Bulutangkis Indonesia, Dionysius Hayom Rumbaka saat melawan Pemain Indonesia Simon Santoso dan kalah oleh Simon Santoso dalam perempat final Djarum Indonesia Open 2012 di Istora Senayan Jakarta (15/06). Tempo/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan atlet bulu tangkis tunggal putra Indonesia, Dionysius Hayom Rumbaka, memberikan sarannya untuk sektor tunggal putra Tanah Air yang belakang ini tampil kurang konsisten.

    Hayom Rumbaka termasuk salah satu pebulutangkis tunggal putra yang cukup sukses. Setidaknya selama masih aktif bermain, Hayom berhasil mempersembahkan berbagai gelar juara bergengsi seperti Vietnam open 2014, Indonesia Masters 2010 dan 2011, Australia Open 2009.

    Baca: Bulu Tangkis: Apa Kabar Simon Santoso Setelah Pensiun?

    Sementara itu untuk sektor kelompok, Rumbaka berhasil memberikan medali perunggu di Piala Sudirman 2011,medali perak di Piala Thomas 2010 dan medali perunggu di Piala Thomas 2014 serta medali emas di Sea Games Jakarta 2011.

    Sebagai legenda bulutangkis di sektor tunggal putra, pebulutangkis yang memutuskan pensiun di akhir tahun 2017 tersebut memberikan pandangannya tentang para pemain yang saat ini mengisi sektor tunggal putra seperti Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting.

    "Tunggal putra saat ini sekarang sudah memiliki banyak kemajuan walaupun mereka memang belum stabil karena masih muda. Tapi dengan seiring berjalannya waktu, semoga tunggal putra bisa lebih stabil dan meraih hasil yang lebih maksimal lagi ke depannya," ujar Hayom Rumbaka kepada Indosport.

    Pria kelahiran 1988 tersebut juga turut memberikan pandangannya soal penampilan Jojo dan Ginting di turnamen Piala Sudirman 2019. Menurut Hayom ada berbagai macam faktor yang membuat mengapa penampilan kedua pebulutangkis muda tersebut tampak kurang maksimal di ajang beregu dua tahun tersebut.

    "Ya mungkin kalau dibilang kecewa sama penampilan mereka, ya cukup kecewa, tetapi secara keseluruhan sebenarnya mereka bisa lebih maksimal, bisa sumbang poin seharusnya. Namun terkadang pertandingan beregu memang tidak pernah mudah seperti pertandingan perorangan, apalagi kemarin mereka dituntut mengembalikan Pial Sudirman," kata dia.

    Hayom meyakini kalau kesempatan Anthony dan Jonatan untuk lebih berkembang lagi sangat terbuka lebar mengingat kekuatan bulu tangkis yanga ad di jaman sekarang jauh lebih merata dibandingkan dengan jamannya dulu.

    "Jojo dan Anthony masih punya kesempatan untuk membuktikan level mereka, yang penting tetap fokus dan bertanggung jawab sama diri sendiri dan yang penting jaga konsistensi di level mereka saat ini," kata dia.

    Hayom Rumbaka saat ini menjadi pelatih di klub bulu tangkis PB Djarum untuk sektor tunggal putri U15 dan U17. Dia memutuskan menjadi pelatih sejak akhir 2017.

    INDOSPORT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.