F1 Kian Monoton Didominasi Hamilton? Vettel: Sabar Tunggu Ferrari

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap Formula 1 dari tim Ferrari, Charles Leclerc dan Sebastian Vettel. Reuters

    Pembalap Formula 1 dari tim Ferrari, Charles Leclerc dan Sebastian Vettel. Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Juara dunia balap F1 empat kali, Sebastian Vettel, menyatakan tim Ferrari siap kembali secepat mungkin ke jalur kemenangan. Namun, pihaknya menyerukan semua pihak bersabar demi terciptanya terobosan pada 2019.

    Beberapa kali mendapatkan kesempatan besar untuk menang sepanjang tahun ini, Ferrari malah harus menyaksikan Mercedes mendominasi sembilan balapan dan Red Bull dua kali menang, termasuk dalam balapan menegangkan Grand Prix Jerman yang dimenangkan Max Verstappen pekan lalu.

    Ferrari sebetulnya menjadi mobil tercepat di Sirkuit Hockenheim, tetapi dua pe,balapnya, Vettel dan Charles Leclerc, malah finis urutan ke-10 dan ke-20 karena mengalami masalah mesin.

    Ferrari pun harus melalui 14 sirkuit tanpa satu pun dimenangkan, dan Vettel mengakui, "Ini masa yang sulit bagi kami (Ferrari)."

    "Tetapi, pada periode ini adalah penting sekali kita tetap menjaga moral, kita tetap mendukung tim," Vettel melanjutkan seperti dikutip Sky Sports.

    "Saya tahu tifosi (para pendukung) di belakang kami tetapi kadang-kadang berita besar membelokkan perhatian."

    "Saya sama tidak sabarnya dengan semua orang untuk akhirnya mendapatkan hasil, tetapi itu butuh sedikit waktu. Kami tahu apa yang bisa kami tingkatkan dan itulah yang sedang kami lakukan. Tapi, untuk sementara waktu saya harap orang-orang agak bersabar dan memberi kami keleluasaan," kata Sebastian Vettel, yang empat tahun terakhir ini tenggelam di bawah bayang-bayang kebesaran jagoan Mercedes, Lewis Hamilton.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.