Maria Londa Dominasi Kejurnas Atletik 2019

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Maria Londa. Antara

    Maria Londa. Antara

    TEMPO.CO, Jakarta - Maria Londa mendominasi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Atletik 2019. Ia berhasil merebut medali emas saat tampil di dua nomor, yakni lompat jangkit dan lompat jauh di hari terakhir Kejurnas, Rabu, 7 Agustus 2019.

    Di lompat jangkit senior, Maria mencatatkan lompatan sejauh 13,27 meter. Sementara para pesaingnya jauh dari catatan lompatan Maria. Mereka bahkan tidak bisa mencapai lompatan hingga 13,00 meter.

    Atlet asal Jawa Barat, Ika Puspa Dewi, menempati posisi kedua dengan lompatan 12,10 meter. Sedangkan posisi ketiga diraih Ni Luh Mitayuni dari Bali dengan catatan 12,07 meter.

    "Hasil yang lumayan untuk perdana (di lompat jangkit). Saat pertama tampil berpikir diawalan saja sih, karena lompat jangkit itu beda dengan lompat jauh," kata Maria.

    Lompat jangkit memang bukan andalan Maria Londa. Perempuan asal Bali ini memiliki spesialisasi di lompat jauh. Namun rekor nasional yang bertahan hingga saat ini masih dipegang Maria dengan lompatan sejauh 14,17 meter pada 2013.

    Menurut dia, Kejurnas ini merupakan kejuaraan pertamanya mengikuti nomor lomba jangkit sejak terakhir kali turun pada SEA Games 2017 dan berhasil mempersembahkan medali perak. "Keputusan ngambil lompat jangkit dari saya sendiri karena, latihan saya di lompat jangkit menunjang saya di lompat jauh," katanya.

    Di nomor lompat jauh, beberapa hari sebelumnya, Maria Londa mencatatkan lompatan sejauh 6,68 meter. Tempat kedua diikuti atlet Nusa Tenggara Barat, Rohani, dengan lompatan 5,82 meter. Lalu posisi tiga diraih Nica Beta Ayu asal Yogyakarta, dengan lompatan terbaiknya 5,54 meter di Kejurnas yang di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.