Indonesia Raih Perunggu di Lomba Renang Perairan Terbuka Turki

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perenang Indonesia, Gadiza Valore Hartawan (bertopi), merebut perunggu di turnamen renang terbuka Bosphorus, Turki. Foto: Istimewa (Dewita Roswita)

    Perenang Indonesia, Gadiza Valore Hartawan (bertopi), merebut perunggu di turnamen renang terbuka Bosphorus, Turki. Foto: Istimewa (Dewita Roswita)

    TEMPO.CO, Jakarta - Perenang putri Indonesia, Gadiza Valore Hartawan, berhasil membawa pulang medali perunggu dalam turnamen renang perairan terbuka melintasi Selat Bosphorus, Turki. Gadiza mencatatkan waktu tercepat 1 jam 8 menit 0,8 detik usai menempuh jarak sepanjang 6,8 kilometer. Sedangkan medali emas diperoleh 

    Perempuan berusia 55 tahun itu menjadi satu-satunya wakil Indonesia di turnamen renang yang rutin digelar setiap tahun. Ia mengatakan tak menyangka bisa keluar sebagai juara di nomor putri (kelompok umur 55-59 tahun) sebab persaingannya amat ketat. "Saya tidak mengharapkan juara. Lebih kepada self achievements," kata perempuan yang akrab disapa Yaye itu kepada Tempo, Selasa, 13 Agustus 2019.

    Turnamen renang perairan terbuka Bosphorus atau Bosphorus Cross-Continental Swimming Race merupakan ajang tahunan yang sudah digelar sebanyak 31 kali. Tahun ini lomba digelar pada Ahad, 21 Juli di Istanbul, Turki. Salah satu nomor yang dipertandingkan ialah kategori renang master. 

    Para peserta dari berbagai kategori berlomba menjadi yang tercepat melintasi Selat Bosphorus dengan jarak tempuh 6,8 Km. Sebanyak 2.400 peserta tampil yang terdiri dari 1.200 perenang asing dan sisanya perenang Turki.

    Gadiza menyatakan tidak mudah mengikut lomba di Bosphorus. Sebab, ada ribuan peserta yang berebut mendaftar sementara kuota dibatasi hanya untuk 2.400 perenang saja.

    Bagi Gadiza, turnamen Bosphorus bukan lomba pertamanya. Sebelumnya, ia mengikuti lomba renang master di Bali Ocean Swim 2018 yang mengambil rute Legian-Seminyak. "Lomba itu sebagai tes saya. Kalau bisa berarti lomba di Bosphorus juga bisa," kata dia.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.