Tersingkir di Kejuaraan Dunia, Tommy Sugiarto Keluhkan Sakit

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebulu tangkis Indonesia Tommy Sugiarto mengembalikan kok ke arah lawannya, pebulu tangkis Srilanka Niluka Karunaratne pada pertandingan babak pertama Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019 di St. Jakobshalle, Basel, Swiss, Senin, 19 Agustus 2019. Tommy Sugiarto melaju ke babak selanjutnya setelah menang dengan skor 21-18, 21-12. ANTARA

    Pebulu tangkis Indonesia Tommy Sugiarto mengembalikan kok ke arah lawannya, pebulu tangkis Srilanka Niluka Karunaratne pada pertandingan babak pertama Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019 di St. Jakobshalle, Basel, Swiss, Senin, 19 Agustus 2019. Tommy Sugiarto melaju ke babak selanjutnya setelah menang dengan skor 21-18, 21-12. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Tommy Sugiarto mengeluhkan sakit pada pergelangan kaki kanannya. Kondisi itu yang membuatnya tak nyaman bergerak saat melawan pebulu tangkis Denmark Jan O Jorgensen di babak kedua Kejuaraan Dunia Badminton 2019 di St Jakobshalle Basel, Swiss, Selasa, 20 Agustus 2019. Walhasil, pemain unggulan ke-16 itu kalah di tangan Jorgensen 11-21, 15-21 setelah bermain 34 menit.

    "Pergelangan kaki kanan saya sejak dari Thailand (Masters) kemarin masih kurang nyaman untuk gerakan-gerakan speed seperti itu yang memerlukan tenaga lebih cepat," kata Tommy seusai pertandingan.

    Tommy berusaha bertahan, tetapi Jorgensen bermain agresif sehingga ia kewalahan. "Main dengan Jan O Jorgensen harus lebih cepat panas supaya saya bisa menguras tenaganya, tapi dia malah banyak mendapat poin-poin mudah dari saya," kata pebulu tangkis yang kini memilih jalur profesional.

    Awal game pembuka berlangsung ketat hingga kedudukan 4-4 sebelum Jorgensen membukukan empat poin beruntun untuk menambah jarak angka. Tommy sering kewalahan menghadapi serangan Jorgensen dan tidak mampu mengembalikan smash-nya. Sebaliknya pukulan-pukulan Tommy sering kurang akurat. Beberapa kali smash-nya menyangkut di net atau keluar bidang lapangan.

    Permainan Tommy tidak membaik pada game kedua. Ia tertinggal jauh hingga kedudukan 5-16. Tommy sempat memperbaiki permainan sehingga mampu memperpendek jarak angka.

    Ia tiga kali mengumpulkan poin beruntun, empat, tiga dan dua poin, namun hanya mampu menambah angka hingga 15-19 karena sudah tertinggal jauh. Pukulan smash Jorgensen yang tidak terjangkau oleh Tomny menutup pertandingan dengan kemenangan.

    "Hari ini tidak seperti yang saya harapkan mainnya, dia determinasinya sangat tinggi, sangat agresif sehingga saya tidak bisa mengantisipasinya. Di set (game) dua akhir-akhir saya baru bisa agak nyaman," kata Tommy Sugiarto.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.