Setelah Jadi Tersangka Korupsi, Ini Aktivitas Imam Nahrawi

Tersangka kasus suap KONI, Imam Nahrawi mengunjungi Kantor Kementeria Pemuda dan Olahraga untuk berpamitan kepada mantab stafnya, Jakarta, Kamis, 19 September 2019. TEMPO/Irsyan

TEMPO.CO, Jakarta - Sehari setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Imam Nahrawi tetap pergi ke kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kamis, 19 September 2019. Politikus Partai Kebangkitan Bangsa ini tiba waktu salat Dzuhur.

Kedatangannya ini sudah ditunggu awak media sejak pagi, menyusul berita soal pengunduran dirinya dari jabatan Menteri Pemuda dan Olahraga atau Menpora setelah resmi menjadi tersangka kasus suap dana hibah KONI. Surat pengunduran diri Imam dari Kabinet Joko Widodo sudah sampai ke tangan Presiden tadi pagi. "Jadi sudah disampaikan pada saya surat pengunduran diri dari Menpora," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta.

Begitu tiba, Imam lebih dulu menunaikan salat Dzuhur berjamaah di Masjid Kemenpora. Seusai salat, dia tak segera berdiri. Ia tetap duduk dan mendengarkan ceramah sekitar 15 menit.

Setelah ceramah selesai, Imam berbincang dengan mantan stafnya di dalam masjid. Sekitar 20 menit, mereka berbicara sambil berdiri. Tepat pukul 12.50, Imam berjalan menghampiri awak media.

Kepada wartawan, Imam menyinggung saat baru menjabat sebagai Menpora. Ia bercerita, masjid di kompleks Kemenpora, adalah tempat pertama yang dia sambangi saat menjabat menteri. Di tempat itu, ia berkenalan dengan staf Kemenpora.

"Saya dulu waktu awal kali jadi menteri itu masuk masjid, sembayang, saya berkenalan dengan jamaah di masjid. Sekarang saya juga salat Dzuhur di sini bersama jamaah yang lain, ini sebagai semangat, tapi karena ini masjid nggak boleh ada statement apa pun," kata dia.

Imam kemudian mempersilakan kepada para wartawan untuk melaksanakan salat Dzuhur terlebih dahulu. Dia berjanji akan memberikan keterangan di lantai 1 gedung Kemenpora. "Saya mau ke wisma dulu melihat sahabat-sahabat saya," ucapnya.

Kepala Bagian Humas Kemenpora, Isa Anshary, sebelumnya menyampaikan bahwa Imam mempunyai agenda bertemu dengan staf Kemenpora. Ia meminta awak media tidak melakukan wawancara dulu. "Nanti sehabis agenda silaturahmi aja ya di Wisma Menpora. Tapi tidak apa-apa ambil gambar aja," kata Isa kepada awak media.

Isa mengatakan pertemuan Imam dan staf Kemenpora tidak akan berlangsung lama. "Paling cuma sejam sih," kata dia.

Sebelumnya, Imam telah menyampaikan pernyataan bahwa dirinya akan mengikuti proses hukum terkait kasus yang menjeratnya. "Saya mendengar apa yang sudah disampaikan oleh pimpinan KPK dan tentu saya sebagai warga negara Indonesia akan patuh dan mengikuti semua proses hukum yang ada," kata Imam di rumah dinasnya di Kompleks Kementerian Widya Candra, Jakarta, Rabu malam, 18 September 2019.

Rabu sore, KPK mengumumkan penetapan Menpora Imam Nahrawi dan asisten pribadinya Miftahul Ulum sebagai tersangka suap dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). "Dalam penyidikan tersebut KPK menetapkan dua orang tersangka IMR dan MIU," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, di kantornya.

Alex mengatakan KPK menduga selama periode 2014-2018 Imam melalui asistennya, Miftahul Ulum telah menerima Rp14,7 miliar. Selain itu, Imam juga diduga menerima Rp11,8 miliar selama 2016-2018. Sehingga total uang yang telah diterima Imam secara keseluruhan berjumlah Rp 26,5 miliar.

IRSYAN HASYIM






Tak Masuk Pelatnas Angkat Besi, Eko Yuli Irawan Masih Punya Tekad ke Olimpiade Paris 2024

1 hari lalu

Tak Masuk Pelatnas Angkat Besi, Eko Yuli Irawan Masih Punya Tekad ke Olimpiade Paris 2024

Atlet angket besi Eko Yuli Irawan tengah mencari sponsor agar bisa mengikuti kejuaraan untuk tampil di Olimpiade Paris 2024.


Dana Hibah TNI - Polri di APBD DKI 2023 Mencapai Rp 463,21 Miliar, Ada 6 Proposal

2 hari lalu

Dana Hibah TNI - Polri di APBD DKI 2023 Mencapai Rp 463,21 Miliar, Ada 6 Proposal

Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) DKI akan menyisir lagi jenis dana hibah yang masuk APBD DKI 2023.


Dana Hibah APBD DKI 2023 Dipangkas, Ketua DPRD Minta Prioritas untuk TNI - Polri

2 hari lalu

Dana Hibah APBD DKI 2023 Dipangkas, Ketua DPRD Minta Prioritas untuk TNI - Polri

Ada 3 kriteria dana hibah ABD DKI 2023 yang diprioritaskan, salah satunya untuk TNI dan Polri.


Menpora Bicara Alasan GBK Tak Boleh Dipakai Umum: Info dari PSSI, Bukan Saya

3 hari lalu

Menpora Bicara Alasan GBK Tak Boleh Dipakai Umum: Info dari PSSI, Bukan Saya

Penggunaan GBK sebagai tempat acara relawan Jokowi jadi sorotan karena sebelumnya ada larangan penggunaan stadion menjelang Piala Dunia U-20.


Soal Kelanjutan Liga 1, Menpora Sebut Butuh Keselarasan Soal Keamanan Lebih Dulu

3 hari lalu

Soal Kelanjutan Liga 1, Menpora Sebut Butuh Keselarasan Soal Keamanan Lebih Dulu

Sejak tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober lalu, kompetisi sepak bola di Indonesia, termasuk Liga 1, dihentikan dan belum ada kepastian kelanjutannya.


Silat Lidah Menpora Zainudin Amali Setelah SUGBK Dipakai Relawan Jokowi

3 hari lalu

Silat Lidah Menpora Zainudin Amali Setelah SUGBK Dipakai Relawan Jokowi

Menpora Zainudin Amali menegaskan SUGBK tak diperkenankan untuk gelaran apa pun jelang 6 bulan Piala Dunia U-20. Kenapa ada kegiatan relawan Jokowi?


2 Menteri Jokowi Beda Pernyataan soal Renovasi GBK Usai Acara Relawan

4 hari lalu

2 Menteri Jokowi Beda Pernyataan soal Renovasi GBK Usai Acara Relawan

Relawan Jokowi menggelar acara di GBK. Padahal sebelumnya Zainudin Amali menyebut ada larangan menggelar kegiatan di stadion itu.


Menteri PUPR Bantah Menpora Zainudin Amali soal Renovasi GBK: Nggak Ada

4 hari lalu

Menteri PUPR Bantah Menpora Zainudin Amali soal Renovasi GBK: Nggak Ada

Relawan Jokowi gelar acara di GBK, padahal sebelumnya ada larangan penggunaan untuk acara apapun menjelang Piala Dunia U-20.


GBK Dipakai Relawan Jokowi, Menpora Berdalih Larangan Mulai Berlaku Desember

4 hari lalu

GBK Dipakai Relawan Jokowi, Menpora Berdalih Larangan Mulai Berlaku Desember

Sementara sekarang, renovasi belum dimulai. itulah sebabnya Zainudin tak mempersoalkan penggunaan SUGBK oleh relawan Jokowi tersebut.


RAPBD DKI 2023 Bengkak akibat TNI & Polri Minta Hibah dan PMD, Fitra: Bisa Jadi Temuan BPK

4 hari lalu

RAPBD DKI 2023 Bengkak akibat TNI & Polri Minta Hibah dan PMD, Fitra: Bisa Jadi Temuan BPK

Sekretaris Jenderal Fitra Misbah Hasan menyatakan kenaikan RAPBD DKI akibat hibah untuk TNI & Polri bisa jadi temuan BPK.