Angkat Besi: Eko Yuli Irawan Targetkan Emas di SEA Games 2019

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lifter Indonesia, Eko Yuli Irawan. (antara)

    Lifter Indonesia, Eko Yuli Irawan. (antara)

    TEMPO.CO, Jakarta- Lifter Indonesia, Eko Yuli Irawan, mempunyai target pribadi merebut medali emas angkat kelas 61 kilogram pada SEA Games 2019 Manila. Target itu, kata dia, telah dipatok juga oleh Komite Olimpiade Indonesia (KOI) setelah berkoordinasi dengan Pengurus Besar Persatuan Angkat Berat, Binaraga, Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PASSI). "Semua ingin medali emas, cuma kita lihat persiapan ke depan sampai hari H nanti," kata Eko kepada Tempo, Rabu, 2 Oktober 2019.

    Menjelang penyelenggaraan SEA Games yang tinggal dua bulan, atlet berusia 31 tahun ini tetap rutin menjalankan latihan. Fokus dia mengejar target angkatan yang telah dipatok oleh pelatih untuk bisa menyumbang medali emas. "Sambil penyembuhan cedera juga," ungkap dia.

    Menurut Eko, dalam seminggu latihannya cuma libur pada hari Kamis dan Ahad. Peraih medali perak Olimpiade 2016 ini mengatakan bahwa total latihannya dalam sehari sebanyak lima jam. "Kadang ada latihan pagi, ada latihan sore. Setiap sesi latihan itu 2,5 jam," kata dia menjelaskan porsi latihannya.

    Ia menjelaskan untuk latihan lagi di angkat besi itu tujuannya untuk peningkatan kekuatan. Sebaliknya untuk latihan sore biasanya fokus ke perbaikan teknik. "Nanti ada latihan penunjang seperti fitness juga ada untuk pembentukan otot " ucap Eko.

    Menurut Eko, sejak November 2018, dirinya sudah mulai fokus di kelas 61 kg. Ia menyebutkan tidak terlalu banyak kendala dengan kelas sebelumnya yang 62 kg. "Beda 1 kg saya rasa tidak ada masalah, persiapannya saja yang lebih panjang," ungkap dia.

    Persiapan yang dimaksud, kata Eko yakni latihan untuk fokus mengikuti kejuaraan biasanya dua bulan. Ia menyebut selama persiapan itu bakal ada pengetesan berat badan. "Kalau masih agak jauh ya kita peningkatan total angkatan dulu," kata dia.

    Eko menyebutkan untuk persaingan di Asia Tenggara yang menjadi lawan terberat, yakni atlet asal Vietnam. Untuk tingkat Asia, negara yang memiliki atlet yang berkualitas, yakni Cina dan Korea Selatan. "Di tingkat dunia ada tambahan lagi dari Kolumbia," kata dia.

    Ia menjelaskan untuk persiapan SEA Games, atlet angkat besi sudah mengikuti pelatnas sejak Januari 2019. Selama pelatnas sudah diadakan tiga kali uji coba untuk persiapan atlet. "Tahun ini sudah ada di Cina bulan februari, bulan empat di Brunei. Kemarin kejuaraan dunia di Thailand. Baru tiga kali," ungkap dia.

    Untuk Olimpiade, Eko Yuli Irawan masih enggan untuk membicarakan target yang dipatok. "Belum bisa bicara sekarang karena masih lama. Kalau keinginan pasti ingin lebih baik dari empat tahun lalu," kata dia.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.