Kejuaraan Balap Sepeda 76 Downhill Seri III Digelar di Kudus

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aksi atlet balap sepeda Indonesia, Khoiful Mukhib, saat tampil dalam Final Run Men Elite Downhill Asian Games 2018 di Khe Bun Hill, Subang, Jawa Barat, Senin, 20 Agustus 2018. Khoiful berhasil meraih emas dengan torehan waktu tercepat 2 menit 16,687 detik. ANTARA FOTO/INASGOC/Aji Wisnu Novianto

    Aksi atlet balap sepeda Indonesia, Khoiful Mukhib, saat tampil dalam Final Run Men Elite Downhill Asian Games 2018 di Khe Bun Hill, Subang, Jawa Barat, Senin, 20 Agustus 2018. Khoiful berhasil meraih emas dengan torehan waktu tercepat 2 menit 16,687 detik. ANTARA FOTO/INASGOC/Aji Wisnu Novianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Pembalap sepeda downhill nasional Khoiful Mukhib bakal mengerahkan kemampuan terbaiknya pada Kejuaraan 76 Indonesian Downhill 2019 di Ternadi Park, Kudus, Jawa Tengah, Minggu (14/10) mengingat kejuaraan ini masuk kategori C1 dan pebalap tercepat bakal mendapatkan 40 poin UCI.

    "Dari seluruh seri 76 Indonesian Downhill tahun ini, poin UCI di Ternadi Park merupakan yang terbesar karena levelnya C1. Ini harus dimaksimalkan oleh Mukhib dan Hakim,” kata Manager Team 76Rider Downhill, Rudy Purnomo dalam keterangan resminya Senin.

    Pada kejuaraan bergengsi ini, Khoiful Mukhib yang membela tim 76 Rider bakal bersaing dengan rekan satu timnya yang juga juara bertahan Abdul Hakim. Bisa dipastikan persaingan pada seri pamungkas ini bakal berlangsung dengan ketat. Apalag8 keduanya baru saja pulang dari kejuaraan di Eropa.

    "Di dua Seri IXS European Downhill Cup saya menimba pengalaman. Ini sangat berguna untuk menghadapi babak final di Ternadi Park karena tingkat keesktrimannya hampir sama. Bedanya hanya di faktor cuaca dan kondisi tanah. Kalau di Eropa, cuaca cenderung dingin sedangkan di Ternadi cukup panas," kata Mukhib.

    Peraih medali emas Asian Games 2018 itu mengaku sudah tidak sabar untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya mengingat trek yang bakal digunakan sudah cukup dikenal. Persiapan seri terakhir, kata dia, lebih fokus ke trek, mencari line yang bisa curi waktu, pastinya didasari dengan latihan power dan endurance.

    Abdul Hakim mengatakan hal senada. Juara bertahan ini juga mengaku sudah siap untuk mempertahankan posisinya. Apalagi juga baru saja mendapatkan tambahan pengalaman saat turun di dua kejuaraan di Eropa bersama Khoiful Mukhib.

    "Dengan obstacle yang sangat menantang di IXS European Downhill Cup membawa pengalaman bagi saya bahwa segala sesuatu itu mungkin untuk dilalui. Inilah bekal utama untuk bertanding di Kudus nanti,” sahut juara bertahan 76 Indonesian Downhill.

    Berbekal pengalaman kompetisi di Eropa tersebut, Mukhib maupun Hakim optimistis bisa meraih hasil terbaik di final 76 Indonesian Downhill. Terlebih, jaraknya dengan Andy Prayoga yang berada di puncak klasemen sementara hanya berpaut 81 poin.

    Sementara itu, perwakilan 76 Rider Mario CSP menuturkan, dengan semakin kompetitifnya kejuaraan 76 Indonesian Downhill diharapkan dapat meningkatkan kemampuan para pebalap Indonesia sehingga bisa meraih prestasi yang lebih tinggi lagi di level dunia.

    Sebelum digelar di Ternadi Park, Kudus, dua seri balap sepeda 76 Indonesian Downhill telah digelar di Bukit Watu Cenik, Wonogiri, Jawa Tengah (Seri 1) dan Seruni Point Bromo Probolinggo, Jawa Timur (Seri 2).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.