Video: Aries Susanti Rahayu Pecahkan Rekor Dunia Panjat Tebing

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet panjat tebing Indonesia Aries Susanti Rahayu melakukan selebrasi setelah keluar sebagai Runner Up Kejuaraan Dunia Panjat Tebing Wujiang 2019 di Wujiang, Cina, Jumat 3 Mei 2019. ANTARA/Hendra Nurdiyansyah

    Atlet panjat tebing Indonesia Aries Susanti Rahayu melakukan selebrasi setelah keluar sebagai Runner Up Kejuaraan Dunia Panjat Tebing Wujiang 2019 di Wujiang, Cina, Jumat 3 Mei 2019. ANTARA/Hendra Nurdiyansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Atlet panjat tebing putri andalan Indonesia Aries Susanti Rahayu kembali membuat kejutan dengan merebut medali emas sekaligus memecahkan rekor dunia pada IFSC World Cup Xiamen 2019 dan pada final mengalahkan atlet peringkat satu dunia Yi Ling Song.

    Selain merebut medali emas, atlet asal Grobogan Jawa Tengah itu berdasarkan keterangan dari Kepala Bidang Olahraga Internasional Deputi IV Kemenpora, Yayan Rubaeni sukses memecahkan rekor dunia dengan catatan waktu 6,995 detik dan menjadi wanita pertama yang mencatatkan waktu di bawah 7 detik.

    "Alhamdulillah Aries Susanti Puji Rahayu meraih medali emas dan juara dunia di IFSC World Cup Xiamen 2019 dan memecahkan rekor dunia 6,9 detik," kata Yayan menyampaikan pesan dari manajer pelatnas sport climbing Asep Rahmad.

    Sebagai atlet peringkat tiga dunia, Aries yang beberapa kali meraih gelar internasional ini tidak gentar saat menghadapi Yi Ling Song yang merupakan pemegang rekor dunia sebelumnya yaitu 7,10 detik yang dicetak pada IFSC World Cup Chongqing 2019, 26 April lalu.

    Pada laga final Yi Ling Song tertinggal cukup jauh dari atlet Indonesia berusia 24 tahun itu. Andalan tuan rumah Cina itu hanya membukukan catatan waktu 9,032 detik dan berhak meraih perak.

    Sementara itu, untuk medali perunggu direbut oleh atlet asal Rusia Mariia Krasavina yang mampu membukukan catatan waktu 7,947 detik.

    Pada perebutan medali perunggu kejuaraan panjat tebing tersebut, Marria mengalahkan wakil Prancis Anouck Jaubert dengan waktu 14,375 detik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.