Sony-Simon Ciptakan All Indonesian Final

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemain tunggal putera Sony Dwi Kuncoro dan Simon Santoso akhirnya menciptakan partai All Indonesian Final di kejuaraan Super Series Indonesia Terbuka. Sony ke final setelah dipaksa bermain rubber game oleh andalan kedua Cina, Bao Chunlai, dengan skor akhir 15-21, 21-13, 21-16 di Istora Senayan Jakarta, malam ini. Chunlai yang tampil tidak seperti biasanya banyak melakukan kesalahan sendiri yang menguntungkan Sony. Hanya saja di game pertama, Sony yang sempat memimpin hingga 8-5 juga banyak membuat kesalahan. Di game kedua, Sony lebih mengontrol irama permainan sehingga memimpin sejak awal. Chunlai yang tidak mampu mengembangkan permainan dan banyak membuat kesalahan menguntungkan Sony. Banyak poin untuk Sony tercipta dari bola-bola Chunlai yang menyangkut di net atau keluar.Game ketiga, Sony bahkan memimpin hingga posisi 15-5. Namun, Sony yang sempat kehilangan irama permainannya, memberi beberapa poin untuk Chunlai. Di posisi match point 20-16, Chunlai melancarkan smash yang sejajar dengan net dan gagal melewatinya. Sony ke final sekaligus mengantongi kemenangan kedua atas Chunlai.Begitu pula dengan Simon Santoso. Simon yang juga dipaksa bermain rubber game oleh pemain Jepang nonunggulan, Kenichi Tago, akhirnya mampu menyelesaikan permainan 16-21, 21-13, 18-21. Ini adalah pencapaian terbaik bagi Sony dan Simon selama mengikuti kejuaraan Indonesia Terbuka.Menurut Pelatih Sony dan Simon, Hendrawan, kemenangan Simon merupakan ajang pembuktian dirinya karena gagal mendapatkan tiket ke olimpiade Beijing Agustus nanti. "Simon tidak akan dikorbankan untuk memuluskan jalan Sony sebagai wakil di olimpiade nanti. Jika Simon harus menang, memang waktunya dia menang," katanya.Tentang permainan Sony, Hendrawan melihat pola permainan Sony semakin matang. Sony dinilainya sudah menemukan polanya sendiri dengan mengembangkan pola permainan lambat. "Kalau dengan main lambat saja bisa dapat poin, kenapa harus buang-buang tenaga untuk smash?" ungkap Hendrawan.Hendrawan berharap kemenangan kali ini akan menambah kepercayaan diri Sony menjelang olimpiade. Apalagi Indonesia Terbuka adalah kejuaraan terakhir menjelang multieven akbar empat tahunan itu.Menyusul Sony, tunggal puteri Maria Kristin Yulianti membuat kejutan dengan melaju ke babak final. Maria menggulung unggulan keempat Cina, Zhang Ning, dalam tiga game, 21-14, 20-22, 22-20. Maria pun mematahkan rencana All Chinese Final antara Zhang Ning dan Zhu Lin, yang unggul atas pemain Perancis Pi Hongyan. Kemenangan Maria sekaligus membuktikan bahwa sektor tunggal puteri yang tidak diandalkan justru melaju ke final. Bagi Maria, pencapaian ke final telah melebihi targetnya yang hanya sampai ke semifinal. Ketua Umum PBSI Sutiyoso pun spontan turun dari podium untuk memberikan ucapan selamat kepada Maria.AMI AFRIATNI

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?