PB PGI Bentuk Caretaker Untuk Gelar Musprov Golf DKI

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengurus PB Persatuan Golf Indonesia (PGI) pimpinan Murdaya Po usai dilantik Ketua Umum KONI Pusat, Tono Suratman di Jakarta pada Jumat 15 Februari 2019. (Humas PB PGI)

    Pengurus PB Persatuan Golf Indonesia (PGI) pimpinan Murdaya Po usai dilantik Ketua Umum KONI Pusat, Tono Suratman di Jakarta pada Jumat 15 Februari 2019. (Humas PB PGI)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kemelut di kepengurusan Persatuan Golf Indonesia (PGI) Provinsi DKI Jakarta memasuki babak baru. Perkembangan terkini, sudah dibentuk tim caretaker oleh Pengurus Besar Persatuan Golf Indonesia. Tugas utama dari tim caretaker, yang mengemban amanah sebagai kepengurusan sementara bagi Pengprov PGI Jakarta, adalah melaksanakan Musyawarah Provinsi (Musprov) untuk pembentukan kepengurusan baru PGI Provinsi DKI Jakarta tersebut.

    Pembentukan atau penunjukkan tim caretaker untuk penetapan kepengurusan baru PGI Provinsi DKI Jakarta ini dilakukan pada rapat khusus PB PGI, Kamis (7/11/2019) malam, yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum PB PGI Murdaya Widyawimarta Po.

    Tim caretaker terdiri dari lima orang dari unsur PB PGI, yakni Antoni Chandra, Herman Heru, Irawadi Hanafi, Tedjodiningrat, dan Herry.

    Surat Keputusan penunjukkan tim caretaker bernomor 1464/PGI/XI/2019 tertanggal 7 November 2019 itu juga ditandatangani oleh Murdaya Widyawimarta Po. Surat tersebut ditujukan langsung kepada Ketua Umum PGI Provinsi DKI Jakarta, Ferrial Sofyan, dengan alamat di JGC Driving Range, Rawamangun.

    "SK tersebut sudah langsung dikirim via email setelah rapat Kamis malam," ujar Irawadi Hanafie, salah satu anggota tim caretaker yang juga ketua bidang hubungan antarlembaga PB PGI, Jumat (8/11).

    Berapa lama masa kerja tim caretaker? Kapan kemungkinan musprov digelar? Atau, bagaimana seandainya Ferrial Sofyan menolak pembentukan tim caretaker? Irawadi Hanafie tidak secara tegas menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

    "Saya tak mau berandai-andai. Kita semua berharap setelah ini lancar dan baik hasilnya," ucap mantan bendahara PSSI, KONI Pusat, dan terakhir mengemban amanah sebagai anggota Komite Pemilihan (KP) untuk Kongres Luar Biasa PSSI yang baru lalu.

    Seperti ramai diberitakan, Ferrial Sofyan sudah memimpin PGI Provinsi DKI Jakarta selama dua periode. Kepengurusan periode keduanya sebenarnya sudah berakhir Juli 2019 lampau. Namun, mantan wakil ketua DPRD DKI Jakarta tersebut meminta perpanjangan waktu selama tiga bulan.

    Walau permintaan tersebut sangat tidak lazim namun PB PGI masih memberikan rekomendasi. PB PGI kemudian memperpajang masa bakti kepengurusan Ferrial Sofyan melalui Surat Keputusan (SK) PB PGI No 1452/PGI/X/2019 tertanggal 25 Oktober 2019.

    Namun hingga berakhirnya masa perpanjangan kepengurusan PGI Provinsi DKI Jakarta pada 25 Oktober tersebut, Ferrial Sofyan ternyata belum melaksanakan Musprov sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga KONI Pasal 30 ayat 1 dan 2.

    Hal ini menimbulkan kekecewaan dan kegusaran dari para pemilik suara yakni klub-klub anggota PGI DKI Jakarta. Mereka menyebut kepengurusan Ferrial Sofyan sudah tidak legitimate. Hampir semua perwakilan klub kemudian menyorongkan nama Reza Rajasa sebagai pengganti Ferrial Sofyan.

    "Pembentukan tim caretaker tak bisa dihindari agar roda organisasi PGI Provinsi DKI Jakarta segera bergerak lagi. Jadi, keberadaan tim carateker semata-mata demi kelancaran jalannya organisasi," kata Irawadi Hanafie.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.