Tinju Dunia: Daud Yordan dan Michael Mokoena Masuk Bobot Ideal

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petinju Daud Yordan (kedua kiri ) berpose dengan petinju Afrika Selatan Michael Mokoena (kanan) disaksikan CEO Mahkota Promotion Gustiantira Alandy (kiri) dan Direktur Manajer Mahkota Promotion Urgyen Rinchen Sim (kedua kanan) dan dalam konferensi pers di Batu, Jawa Timur, Jumat 15 November 2019. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

    Petinju Daud Yordan (kedua kiri ) berpose dengan petinju Afrika Selatan Michael Mokoena (kanan) disaksikan CEO Mahkota Promotion Gustiantira Alandy (kiri) dan Direktur Manajer Mahkota Promotion Urgyen Rinchen Sim (kedua kanan) dan dalam konferensi pers di Batu, Jawa Timur, Jumat 15 November 2019. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

    TEMPO.CO, Jakarta - Daud Yordan dan Michael Mokoena mencatatkan hasil baik dalam timbang badan resmi, menjelang laga tinju dunia perebutan gelar tinju dunia kelas ringan super (63,5 kg) IBA. Laga tersebut digelar di Kota Batu, Malang, Jatim.

    Acara timbang badan resmi diadakan di Museum Musik Jatim Park 3, Kota Batu pada Sabtu siang 16 November.

    Daud yang lebih dahulu naik timbangan, mencatatkan bobot 63,4 kg atau under 100 gram dari ambang kelas ringan super. Mokoena pun berhasil masuk berat timbang ideal.

    “Saya merasa fit dan siap tanding untuk Minggu besok. Akan saya bawa gelar juara IBA ke Indonesia. Kalau memang ada kesempatan menang KO, pasti akan saya maksimalkan,” ujar Daud.

    Selain Daud vs Mokoena, pergelaran tinju dunia yang dikemas dalam Mahkota Boxing Series tersebut juga mementaskan perebutan gelar kelas bulu IBA antara Ongen Saknosiwi vs Marco Demencillo dari Filipina. Ongen dan Demencillo juga berhasil masuk bobot ideal. 57,1 kg dalam timbang badan resmi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.