Menpora Syukuri Peningkatan Perolehan Medali Emas SEA Games 2019

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kontingen Indonesia berparade bersama kontingen 10 negara lainnya dalam upacara penutupan SEA Games ke-30 di Stadion Atletik New Clark, Filipina, Rabu, 11 Desember 2019. ANTARA/Nyoman Budhiana

    Kontingen Indonesia berparade bersama kontingen 10 negara lainnya dalam upacara penutupan SEA Games ke-30 di Stadion Atletik New Clark, Filipina, Rabu, 11 Desember 2019. ANTARA/Nyoman Budhiana

    TEMPO.CO, Malang - Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali bersyukur atas peningkatan perolehan medali emas yang mampu diraih kontingen Indonesia dalam perhelatan SEA Games 2019.

    Zainudin mengatakan, pencapaian yang diraih atlet Indonesia pada SEA Games 2019 bukan merupakan hal yang mudah. Perlu diingat, pada perhelatan serupa pada 2017, Indonesia hanya mampu mengantongi 38 medali emas, dan berada di peringkat kelima.

    "Tanpa terduga, perolehan medali emas malah naik. Saya kira kita harus syukuri. Bisa dibayangkan, dari 38 medali emas, menjadi 72 medali emas, itu prestasi yang harus kita syukuri," kata Zainudin, di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu malam, 12 Desember 2019.

    Zainudin menjelaskan, berdasarkan perolehan medali emas pada SEA Games 2017, Kementerian Pemuda dan Olahraga telah meningkatkan target agar Indonesia bisa lebih banyak meraih medali. Pada awalnya, ditetapkan target 45 medali emas, namun kembali dikoreksi menjadi 54 medali emas.

    Menurut Zainudin, pada saat dia berada di Manila, Filipina, pada akhirnya target perolehan medali emas ditetapkan sebanyak 60 medali. Dari target tersebut, Indonesia akhirnya mampu mengantongi 72 medali emas, dan menembus target yang sudah ditetapkan.

    "Saya kita, anak-anak kita sudah kerja luar biasa. Dari target, sudah bisa melebihi, itu luar biasa," kata Zainudin.

    Memang, lanjut Zainudin, Presiden Joko Widodo memberikan arahan agar kontingen Indonesia mampu menduduki peringkat kedua juara umum SEA Games 2019. Namun, ada beberapa kendala yang dihadapi Indonesia untuk mencapai target yang ditetapkan Presiden Jokowi.

    Zainudin menjelaskan, pada penyelenggaraan SEA Games 2019, ada beberapa nomor pertandingan yang tidak bisa diikuti oleh kontingen Indonesia. Beberapa di antaranya adalah, gulat, tenis meja, dan hoki.

    "Dari potensi itu, kira-kira ada 40 medali emas yang diperebutkan," kata Zainudin.

    Absennya kontigen Indonesia pada beberapa cabang olahraga tertentu itu disebabkan adanya dualisme kepengurusan federasi, yang menyebabkan para atlet tidak diizinkan untuk bertanding pada SEA Games 2019.

    "Seperti tenis meja ada tiga kepengurusannya. Saya sudah meminta kepada KONI untuk membenahi," kata Zainudin.

    Kontingen Indonesia harus puas pada peringkat empat dalam daftar ekhir perolehan medali SEA Games 2019, yang ditutup pada Rabu (11/12). Peringkat yang dicapai itu melenceng dari target semula yang membidik posisi kedua.

    Secara keseluruhan, Indonesia mengantongi 267 medali yang terbagi dari 72 medali emas, 84 medali perak, dan 111 medali perunggu. Tuan rumah Filipina menjadi juara umum dengan perolehan 149 medali emas, 117 medali perak, dan 121 medali perunggu.

    Posisi Indonesia di SEA Games 2019 berada di bawah Vietnam pada posisi kedua dengan perolehan 98 medali emas, 85 medali perak, dan 105 medali perunggu. Sementara posisi ketiga ditempati Thailand dengan perolehan medali emas sebanyak 92 medali, 103 medali perak, dan 123 medali perunggu.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?