Protes Tim Delta Garage di Balap Mobil Honda Jazz Masih Berlanjut

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pergelaran ajang balap mobil Honda Jazz Speed Challenge (HJSC) 2019. (dok. Delta Garage)

    Pergelaran ajang balap mobil Honda Jazz Speed Challenge (HJSC) 2019. (dok. Delta Garage)

    TEMPO.CO, Jakarta - Protes tim Delta Garage terhadap keputusan ajang balap mobil Master Honda Jazz Speed Challenge (HJSC) di Sirkuit BSD City, Serpong pada 1 Desember lalu masih berbuntut panjang. Mereka berniat menuntut promotor HJSC ke ranah hukum.

    Polemik berawal dari seri ke-6, atau seri terakhir balap Master HJSC di BSD City tersebut. Tim Delta Garage dengan pembalap Avan Abdullah merasa dirugikan karena panitia mengubah keputusan hanya satu jam sebelum balapan dimulai.

    Avan dan pembalap Zharfan Rahmadi tengah bersaing menjadi juara. Sebelum seri ke-6 dimulai, Avan punya keuntungan karena Zharfan mendapat hukuman pengurangan angka 25 poin akibat pelanggaran di seri sebelumnya. Berdasarkan keputusan tersebut, Avan punya keunggulan 6 poin atas Zharfan menjelang seri 6.

    Namun keputusan tersebut berubah satu jam menjelang balapan dimulai. Avan dipanggil Anondo Eko (manajer event HJSC) dan Anthony Sarwono (Race Director), yang mengatakan bahwa poin kelas Master HJSC dikembalikan ke awal sebelum keputusan hukuman dari promotor untuk Zharfan.

    "Ini maksudnya apa? Kok seenak sendiri main ubah putusan dan poin yang telah diumumkan? Bahkan kami melihat itu sekaligus sebagai teror untuk pembalap kami yang tengah bersiap melakukan start," ujar Ali Redha, manajer tim Delta Garage dalam rilisnya, Kamis.

    Dan menurut Ali lagi, tindakan semena mena promotor ternyata tak hanya kepada Avan, juga kepada Fino Saksono dan Moh Arief. Dan pelaku insiden sama,
    yaitu Zharfan.

    "Soal pengembalian poin seperti ke awal itu setelah mendapat masukan dari Pak Riyanto dari IMI Pusat. Mengumumkan putusan terkait club event itu harus ada tanda tangan Race Director dan COC," ujar Anondo Eko.

    Ali menyatakan bahwa setelah protes disampiakan, Alvin Bahar sebagai promotor HJSC dan Anondo Eko mengatakan bahwa pemberian trofi kepada Zharfan hanya simbolis, dan keputusan pasti soal juara Master HJSC diumumkan 2-3 hari usai balapan. Namun hingga menjelang akhir Desember, keputusan itu tak kunjung ada.

    Ali Redha dan Reyno Romein selaku pengacara tim dan manajemen tim Delta Garage dengan menarik benang merah dari keterangan awal yg terus berubah, menyimpulkan bahwa alasan demi alasan itu sekadar mengulur waktu. Mereka akan mengambil langkah tegas, berupa tuntutan hukum secara pidana.

    Pesta kemenangan Tim Delta Garage yang sudah yakin pembalapnya juara dan para sponsor mereka pun hadir, urung digelar. Kemelut hasil balap mobil HJSC kelas Master yang justru berlanjut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.