Komite Paralimpiade Ajukan Rp 38 Miliar Untuk Pelatnas 2020

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet Panahan National Paralympic Committee (NPC) mengambil busur panah saat mengikuti pemusatan latihan Pelatnas di Solo, Jawa Tengah, Senin, 9 Desember 2019. Latihan tersebut untuk persiapan Asean Para Games 2020 di Filipina 18-25 Januari 2020. ANTARA

    Atlet Panahan National Paralympic Committee (NPC) mengambil busur panah saat mengikuti pemusatan latihan Pelatnas di Solo, Jawa Tengah, Senin, 9 Desember 2019. Latihan tersebut untuk persiapan Asean Para Games 2020 di Filipina 18-25 Januari 2020. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Komite Paralimpiade Nasional (NPC) Indonesia memprediksi kebutuhan dana pemusatan latihan nasional (pelatnas) paralympic pada 2020 sebesar Rp 38 miliar. Sekretaris Jenderal NPC Indonesia Rima Ferdianto mengatakan alokasi anggaran itu untuk membiayai persiapan atlet yang diproyeksikan tampil di ASEAN Paragames 2020 Filipina dan Paralimpiade 2020 Tokyo.

    "Saat ini tahap finalisasi proposal secepatnya bakal diserahkan ke Kemenpora," kata Rima kepada Tempo, Senin, 13 Januari 2020.

    Menurut Rima, anggaran yang diajukan ke pemerintah untuk membiayai kebutuhan 16 cabang olahraga yang masih menjalani Pelatnas terpusat di Kota Solo, Jawa Tengah. Ia menyebutkan bahwa ada 300 atlet yang diproyeksi untuk mengikuti ASEAN Paragames 2020. "Untuk sementara kebutuhan anggaran masih ditalangi oleh NPC," kata dia.

    Rima mengatakan keputusan Panitia Penyelenggara ASEAN Para Games (PHILAPGOC) menunda penyelenggaraan dari 18-24 Januari menjadi 20-28 Maret 2020 menjadi kendala bagi beberapa atlet. Menurut dia, jadwal ASEAN Paragames itu bersamaan dengan beberapa ajang kualifikasi untuk meraih tiket tampil Paralimpiade 2020. "Beberapa cabang yang bakal mengutamakan kualifikasi Paralimpiade yakni tenis meja dan bulu tangkis, apalagi ini multievent terbesar yang digelar empat tahun sekali," ungkap dia.

    Kendala lain, menurut Presiden National Paralympic Committee Indonesia (NPCI), Senny Marbun menyebutkan memasuki musim hujan sedikit mengganggu kegiatan Pelatnas atlet NPC untuk persiapan ASEAN Para Games (APG) 2020 di Filipina, pada Maret mendatang.

    "Kegiatan Pelatnas yang dipusatkan di Kota Solo, dengan cuaca hujan saat ini, cukup berpengaruh terutama yang berlatih di lapangan atau outdoor untuk tetap menjaga kondisi atlet tetap fit dan sehat," kata Senny Marbun.

    Menurut Senny jika dipaksakan untuk latihan dalam kondisi hujan lama-lama para atlet bisa terganggu kesehatannya atau sakit.

    Kendati demikian, para atlet NPCI yang telah dipersiapkan untuk APG Filipina hingga sekarang masih bersemangat dan kondisi tetap fit meski waktu laga diundur hingga 20 Maret mendatang.

    Menurut dia, para atlet NPCI yang agak terpengaruh dalam Pelatnas tersebut terutama cabang olahraga atletik, goalball, balap sepeda, dan panahan, sedangkan renang tidak terpengaruh. Mereka tetap berlatih dengan semangat untuk meraih prestasi yang terbaik untuk negara.
    Para atlet pelatnas NPC jika tidak bisa mengadakan kegiatan latihan di lapangan terbuka, mereka bisa dialihkan ke indoor seperti kegiatan fitnes di ruangan.

    "Kami yang menunggu dua bulan ke depan ini, waktunya digunakan untuk mematangkan tehnik dan strategi atlet, sebelum mereka diberangkatkan ke Filipina," katanya.

    Selain itu, para atlet untuk menghindari kebosanan dalam kegiatan Pelatnas, pelatih juga melakukan permainan dengan game-game, dan kegiatan pengajian atau ibadah kebaktian. Hal ini, untuk mengantisipasi agar atlet tidak bosan.

    NPCI pada APG Filipina akan memberangkatkan sebanyak 300 atlet baik putra maupun putri yang bakal turun di 16 cabang olahraga yang akan dipertandingkan di APG Filipina.

    Sebanyak 16 cabang olahraga di ASEAN Para Games 2020 tersebut antara lain panahan, renang, balap sepeda, judo, goalball, angkat berat, basket, tenis meja, catur, boccia, bola voli, para triatlon, atletik, badminton, dan tenis.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.