Mantan Petinju Nasional Menjambret, Pertina Sumbar Menyerah

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan petinju nasional, GZ, ditangkap karena menjambret ponsel di Padang, 25 Januari 2020. (Langgam.id)

    Mantan petinju nasional, GZ, ditangkap karena menjambret ponsel di Padang, 25 Januari 2020. (Langgam.id)

    TEMPO.CO, Jakarta- Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Sumatera Barat mengaku lepas tangan dengan kelakuan dari mantan petinju nasional Gonzales yang berulang kali ditangkap polisi karena kasus pencurian.

    Wakil Ketua II Pertina Sumbar, Sri Mawarni Pohan mengatakan bahwa saat menjadi atlet Gonzales dikenal sebagai sosok yang baik. "Awalnya baik ya karena udah dapat kerja di PT Semen Padang, dia bisa begitu karena narkoba," kata Sri Mawarni Pohan kepada Tempo, Selasa, 28 Januari 2020.

    Sebelumnya, polisi menangkap mantan petinju nasional, Gonzales, 40 tahun, karena menjambret ponsel milik seorang mahasiswa di Padang, Sabtu siang, 25 Januari 2020. Peristiwa itu terjadi di Jalan Ciliwung, Kelurahan Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang.

    Ketika aksinya kepergok warga, Gonzales sempat mengeluarkan celurit. Polisi yang datang kemudian berhasil menangkapnya.

    Gonzales adalah mantan petinju andalan Sumbar di kelas terbang sepanjang 1994-2002. Ia sempat masuk tim pelatnas Pra Olimpiade Sydney 2000. Ia kemudian beralih ke profesional pada 2002.

    Menurut polisi, Gonzales sudah beberapa kali berusan dengan polisi karena berbagai tindak kejahatan. Kasat Reskrim Polresta Padang, AKP Edriyan Wiguna, mengatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap pelaku. Korban pun telah membuat laporan atas kasus yang dialaminya.

    “Pelaku ini merupakan residivis, dan telah sering keluar masuk penjara. Sebelumnya, pelaku juga terlibat dalam kasus curanmor,” kata Edriyan, Minggu, 26 Januari 2020.

    Pohan mengaku sempat bertemu Gonzales pada Kejuaraan Tinju Amatir Piala Wali Kota Padang 2019 yang digelar pada akhir Desember. Goncalez, kata dia yang datang untuk menonton menyambangi dirinya untuk memberi salam.

    "Terus saya tanya sudah sadar kau, dia bilang sudah bu, tahu-tahunya baca di FB masuk lagi, sudah tidak bisa dibina lagi itu," kata dia.

    Menurut Pohan, pengurus Pertina memfasilitasi Gonzales untuk bekerja di PT Semen Padang setelah pensiun dari tinju. Ia mengaku kecewa karena Gonzales malah melakukan pencurian di kantornya itu. "Kasusnya itu mencuri di PT Semen Padang, tempat dia kerja, sudah susah itu anak, sudah cukup orang berbuat untuk dia," kata dia.

    Kasus pencurian di PT Semen Padang yang dilakukan oleh petinju bernama lengkap Gonzales bin Anur itu dilakukan pada tahun 2017. Ia mencuri empat batang besi milik PT Semen Padang. Dia pun ditangkap oleh Polsek Lubuk Kilangan pada 6 Juli 2017.

    Pohan mengatakan kelakuan Gonzales mencoreng nama Pertina. Padahal, kata dia banyak mantan atlet yang sudah bekerja di PT Semen Padang tapi cuma mantan petinju spesialis kelas terbang itu yang punya kelakukan buruk.

    "Semua atlet di Sumbar walaupun berprestasi di tingkat daerah tapi bisa dibina ke depan, selalu dicarikan pekerjaan. Di Balaikota Padang, berapa banyak tuh di Damkar," ungkap dia.

    Belajar dari kasus Gonzales, pengurus Pertina mulai lebih ketat mengawasi perilaku atlet. Pohan menyebutkan tidak akan mentoleransi petinju yang terindikasi memakai narkoba. "Kalau tahu memakai begitu kita keluarkan," kata dia.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Misteri Paparan Radiasi Cesium 137 di Serpong

    Bapeten melakukan investigasi untuk mengetahui asal muasal Cesium 137 yang ditemukan di Serpong. Ini berbagai fakta soal bahan dengan radioaktif itu.