Raih Emas di Asia Junior, Windy Cantika Aisah Sempat Alami Cedera

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta- Lifter putri Indonesia Windy Cantika Aisah belum mau mematok target di Olimpiade 2020 meski berhasil meraih medali emas pada Kejuaraan Angkat Besi Remaja dan Asia Junio 2020 di Tashkent, Uzbekistan. Gadis berusia 17 tahun ini menyerahkan seluruh persiapan dan penentuan target di multicabang terbesar itu kepada manajer tim dan pelatih.

    "Buat saya tinggal jalani yang disuruh pelatih saja, seperti manajemen latihan, istirahat, makanan, disiplin dan lebih mennurut sama pelatih," kata Windy di Terminal Kedatangan Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Rabu, 19 Februari 2020.

    Turun di kelas 49 kilogram dalam Kejuaraan Asia Junior, Windy membawa pulang tiga medali emas. Lifter asal Jawa Barat itu, meraih total angkatan tertinggi seberat 185 kg, dari total angkatan snatch seberat 85 kg dan angkatan clean & jerk seberat 100 kg. "Habis SEA Games itu sempat istirahat, pulang ke rumah juga. Kita baru latihan lagi kurang dari satu bulan dari situ persiapan agak kurang," ungkap dia.

    Pada SEA Games 2019 di angkatan snatch, Windy berhasil menorehkan rekor angkat besi 86 kg dan angkatan clean & jerk 104 kg. Total angkatan yang diperoleh 190 kg.

    Windy menambahkan selain kurangnya persiapan menjelang ke Uzbekistan, kendala yang sempat dihadapi yakni cedera otot. "Kemarin sempat cedera juga, hari Jumat tanding, itu hari Selasa kemarin tidak bisa jongkok dulu. Jadi agak menurun angkatannya," kata dia.

    Target selanjutnya, Windy Cantika mengatakan bakal berlaga di Kejuaraan Dunia Angkat Besi Junior yang berlangsung pada Maret 2020 di Bukares, Rumania. Ia pun kembali mematok medali emas dan berupaya memecahkan rekor dunia miliknya di Kelas 49 Kg. "Target di Rumania lebih dari SEA Games, kalau pelatih minta seperti itu," ungkap dia.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.