Angkat Besi: Indonesia Yakin Tambah LIfter ke Olimpiade 2020

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lifter putri Indonesia Nurul Akmal berlatih saat menjalani pemusatan latihan nasional (Pelatnas) Angkat Besi di Mess Kwini, Jakarta, Selasa 28 Januari 2020. Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi, Berat, dan Binaraga Seluruh Indonesia (PB PABBSI) menargetkan lima lifter andalannya dapat tampil dalam Olimpiade 2020 Tokyo. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    Lifter putri Indonesia Nurul Akmal berlatih saat menjalani pemusatan latihan nasional (Pelatnas) Angkat Besi di Mess Kwini, Jakarta, Selasa 28 Januari 2020. Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi, Berat, dan Binaraga Seluruh Indonesia (PB PABBSI) menargetkan lima lifter andalannya dapat tampil dalam Olimpiade 2020 Tokyo. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum PB PABBSI Djoko Pramono mengklaim Indonesia dapat menambah perwakilan lifter yang tampil di Olimpiade 2020 Tokyo karena peluang masih terbuka.

    "Kami sekarang training camp itu untuk Olimpiade. Jadi jangan lihat yang sekarang pemain hebat-hebat ini (lifter junior) karena belum tentu juga," kata Djoko di Kantor Kemenpora, Jakarta, Kamis.

    PB PABBSI hingga kini baru meloloskan dua lifternya ke pesta olahraga terbesar di dunia itu. Dua lifter tersebut yaitu Eko Yuli Irawan (61 kg) dan Windy Cantika Aisah (49 kg).

    Eko Yuli Irawan telah dipastikan lolos kualifikasi Olimpiade 2020 usai ia meraih tiga medali emas pada Kejuaraan Internasional Fajr Cup di Rasht, Iran, 3 Februari lalu.

    Sementara Windy baru saja memastikan tiket tersebut setelah sukses meraih tiga medali emas di Kejuaraan Angkat Besi Remaja dan Junior 2020 di Tashkent, Uzbekistan, 13-16 Februari.

    Atas catatan apik itu, Djoko pun tak ingin berhenti begitu saja. Ia yakin angkat besi Indonesia masih bisa meloloskan lifter lainnya ke pesta olahraga empat tahunan itu.

    "Peluang untuk menambah tiket Olimpiade masih ada. Peluang ada karena sekarang masih ada dua turnamen lagi dan ini harus kami manfaatkan," katanya.

    Lifter lain yang berpeluang besar menyusul Eko dan Windy adalah Deni yang kini menduduki peringkat ke-13 dunia. Ia dinilai bisa mendongkrak poin dan merangsek hingga tembus delapan besar dunia, mengingat ada lifter-lifter di atasnya berasal dari negara yang sama.

    Selain Deni (67 kg), ada juga Triyatno (73 kg), Rahmat Erwin Abdullah (73 kg), Nurul Akmal (+87 kg) yang masih berjuang mengumpulkan poin demi Olimpiade.

    Masih ada dua kejuaraan tersisa yang akan diikuti Indonesia sebelum kualifikasi Olimpiade 2020 ditutup. Pertama adalah Kejuaraan Angkat Besi Dunia di Rumania, 14-20 Maret 2020 yang akan diikuti Windy Cantika Aisah dan Rahmat Erwin Abdullah.

    Kualifikasi terakhir Olimpiade 2020 adalah Kejuaraan Senior Angkat Besi Asia di Kazakhstan, pada 7-15 April yang akan diikuti Deni, Eko Yuli Irawan, dan Triyatno.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.