Hasil Trofeo Timnas U-16 Indonesia dan Evaluasi Bima Sakti

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Timnas U-16 Indonesia. Antara

    Timnas U-16 Indonesia. Antara

    TEMPO.CO, JakartaTimnas U-16 Indonesia melakukan laga uji coba segi tiga (trofeo) lapangan sepak bola Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta, Sabtu, Sabtu, 22 Februari 2020. Mereka menahan Sleman U-16 dengan skor 0-0 dan menang atas Penajam Paser Utara Kaltim dengan skor telak 4-0.

    Pelatih Bima Sakti melihat kemajuan timnya dalam laga itu. "Mereka menunjukkan progress positif selama pemusatan latihan di Yogyakarta. Sejak kami latihan dari hari Senin kemarin, semangat mereka untuk maju dan berkembang terlihat. Untuk pemain baru juga menunjukkan kemajuan yang pesat, terutama kiper baru kami," kata dia seperti dikutip laman PSSI.

    Namun, bagi Bima, masih ada sedikit catatan yang harus dibenahi tim. "Mereka harus bisa lebih cepat merespon serangan balik lawan. Harus segera melakukan transisi positif dan negatif lebih cekatan lagi. Kalau tidak mau hilang momentum saat menyerang maupun bertahan," jelasnya.

    Bima Sakti melanjutkan, "Saya perjelas lagi, bahwa hasil bukan yang kami cari dari setiap uji coba atau trofeo yang kami lakukan. Tapi lebih melihat progress masing-masing pemain dalam menyerap ilmu dan pelajaran yang saya dan staf pelatih berikan."

    Sudah hampir lebih dari satu minggu ini mereka mengadakan pemusatan latihan di Yogyakarta. Hasil dari trofeo ini menunjukkan kalau tim ini punya potensi besar dan siap dalam pertandingan apapun. Tim ini akan mengakhiri pemusatan latihan di tanggal 29 Februari 2020.

    Pemusatan latihan akan terus mereka lakukan secara berkala, itu sudah mereka mulai dari bulan Januari, hingga nanti turnamen berlangsung. PSSI menargetkan Timnas U-16 meraih juara Piala AFF U-16 dan menembus babak perempat final Piala AFC U-16 2020.

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.