Wabah Corona, Ini Alternatif yang Bisa Selamatkan MotoGP 2020

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap Andrea Dovizioso memimpin balapan MotoGP Republik Cek di  Automotodrom Brno, di Brno, Ahad, 5 Agustus 2018. Dovizioso memulai balapan dari posisi start terdepan atau pole position. AP/Petr David Josek

    Pembalap Andrea Dovizioso memimpin balapan MotoGP Republik Cek di Automotodrom Brno, di Brno, Ahad, 5 Agustus 2018. Dovizioso memulai balapan dari posisi start terdepan atau pole position. AP/Petr David Josek

    TEMPO.CO, Jakarta - Wabah corona mengancam keberlangsungan balap motor MotoGP 2020. Setelah seri pertama di Qatar dibatalkan dan akhirnya lomba dihentikan sementara.

    Presiden FIM Jorge Viegas telah membuka pintu untuk penjadwalan balap hingga awal 2021, secara realistis situasinya menjadi semakin sulit dan lebih ketat ketika musim tidak dapat dimulai yang berarti balapan beresiko dibatalkan.

    CEO Dorna Carmelo Ezpeleta bersikeras ingin menyelesaikan sebanyak mungkin balapan, dengan minimal 13 seri untuk menghasilkan kejuaraan dunia penuh dalam kondisi normal. Namun ia juga akan mempertimbangkan semua opsi yang tersedia untuk rencana alternatif.

    "Secara kontrak dengan FIM ada 13 balapan, tetapi target kami adalah menggelar 19 balapan," kata Ezpeleta.

    Ia mengatakan, jika terus terjadi banyak penundaan dan pembatalan, bisa saja MotoGP menggelar balapan saat libur Natal di daerah tropis.

    “Kami seperti itu, tugas kami adalah membuat balapan dan kami akan melakukan balapan. Mungkin mereka perlu menunda upacara Pemberian Hadiah FIM tetapi yang terpenting bagi kami adalah membuat balapan. ”

    Laman Crash.net,20 Maret 2020, menulis sejumlah alternatif yang bisa dipilih untuk menyelamatkan MotoGP 2020. Pertama adalah hanya akan ada satu Grand Prix untuk satu negara.

    Saat ini, Spanyol menjadi tuan rumah empat putaran dan Italia menggelar dua seri. Dari dua negara ini saja, jumlah lomba bisa dipotong dari 19 menjadi 15 putaran.

    Kebetulan kedua negara itu saat ini sedang dilanda wabah corona paling parah di Eropa.

    Jika Dorna dan FIM sepakat, MotoGP akan digelar di Sirkuit Misano pada bulan September dan kemudian Valencia pada November.  Tetapi harus dikaui, hilangnya Mugello, Jerez, Circuit de Catalunya dan Aragon akan menjadi pukulan berat dalam hal pendapatan.

    Alternatif lain adalah mendahulukan seri-seri di negara yang tidak terdampak parah virus corona. Itu artinya menjalankan putaran di negara-negara non-Eropa, sambil menunggu Italia, Spanyol, Prancis pulih setelah berhasil mengatasi wabah.

    Pengurangan balapan juga bisa dilakukan dengan mempertimbangkan antusiasme penonton musim lalu. Itu berarti seri di Thailand, Prancis dan Austria akan menjadi prioritas, mengalahkan Qatar, Australia dan Jepang.

    Menurut pembaruan kalender MotoGP 2020, hanya putaran Qatar yang dibatalkan tetapi dapat kembali jika diperlukan sebagai balapan independen, sementara Thailand, Amerika Serikat dan Argentina semuanya ditunda. 
    CRASH.NET


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.