MotoGP Italia dan Catalunya Akhirnya Ikut Ditunda

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap Marc Marquez (tbelakang) berusaha menyusul Fabio Quartararo (kiri) dan Maverick Vinales  dalam balapan MotoGP San Marino - Sirkuit Misano Marco Simoncelli, Misano Adriatico, Italia, Ahad,15 September 2019. REUTERS/Rafael Marrodan/Photocall3000

    Pembalap Marc Marquez (tbelakang) berusaha menyusul Fabio Quartararo (kiri) dan Maverick Vinales dalam balapan MotoGP San Marino - Sirkuit Misano Marco Simoncelli, Misano Adriatico, Italia, Ahad,15 September 2019. REUTERS/Rafael Marrodan/Photocall3000

    TEMPO.CO, Jakarta -  FIM, IRTA dan Dorna Sport mengumumkan penundaan Grand Prix MotoGP di Italia dan Catalunya sebagai imbas pandemi virus corona.

    Keputusan tersebut menjadikan jumlah balapan MotoGP 2020 yang tertunda sebanyak tujuh seri, sementara seri pembuka Grand Prix Qatar pada 8 Maret lalu dibatalkan.

    Italia dan Spanyol, yang merupakan asal mayoritas pembalap dan tim, menjadi dua negara Eropa yang paling terdampak wabah corona, dengan lebih dari 16.000 kematian di Italia dan 13.000 di Spanyol.

    Grand Prix Italia di Sirkuit Mugello seharusnya digelar pada 29-31 Mei, kemudian dilanjutkan Grand Prix Spanyol di Sirkuit Barcelona-Catalunya pada 5-7 Juni.

    "Wabah virus corona yang terjadi menyebabkan dua ajang tersebut harus dijadwalkan ulang," demikian laman resmi MotoGP.

    "Ketika situasi masih terus berubah, tanggal-tanggal baru untuk grand prix ini, juga untuk Grand Prix Prancis dan Spanyol yang baru saja ditunda, belum bisa dikonfirmasi hingga jelas kapan tepatnya bisa menggelar ajang tersebut."

    MotoGP menambahkan kalender yang direvisi akan segera dipublikasikan. Grand Prix MotoGP Jerman pada 21 Juni menjadi seri balapan selanjutnya di kalender.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.