Pakai Narkoba Sejak Bocah, Tyson Palsukan Urin dalam Tes Doping

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mike Tyson berlatih tinju karena akan naik ring lagi, 1 Mei 2020. (Instagram/Mike Tyson)

    Mike Tyson berlatih tinju karena akan naik ring lagi, 1 Mei 2020. (Instagram/Mike Tyson)

    TEMPO.CO, Jakarta - Mike Tyson blak-blakan tentang kecurangannya dalam mengelabui tes doping selama karier tinjunya. Ia kerap menggunakan urin orang lain, agar tes dopingnya negatif.

    Dalam otobiografinya, Undisputed Truth, ia mengaku sebagai pengguna narkoba biasa sejak usia dini. "Saya adalah seorang cokehead," kata Tyson ketika mengungkapkan dia pertama kali menggunakan kokain dalam usia 11 tahun.

    Dia akhirnya gagal tes doping karena menggunakan ganja pada tahun 2000  dan didenda Rp 5 miliar.

    Tetapi dia menghindari berhasil melewati tes doping lainnya di sebagian besar karirnya karena mampu memainkan sistem.

    Tyson menjelaskan dalam bukunya bahwa ia sering menggunakan narkoba sebelum bertanding dan kemudian memberikan urin orang lain untuk diperiksa sehingga lolos, demikian ditulis laman TalkSport, Sabtu, 23 Mei 2020.

    Ia mengaku salah satu anggota timnya akan membawa urin kemudian menyerahkannya kepada Tyson setelah pertarungan.
    Mantan juara kelas berat itu mengklaim telah minum kokain sebelum kekalahannya pada 2004 dari Danny Williams dan juga mengatakan dia  mengonsumsi obat-obatan sebelum perkelahian dalam konferensi pers menjelang pertandingan melawan Lennox Lewis pada 2002.

    Dia menghentikan kebiasaan buruknya itu pada 2009, dan beralih ke pola makan vegan untuk membersihkan tubuhnya. Hal itu diungkapkannya dalam acara Oprah Winfrey pada 2013.

    “Hidup saya berbeda hari ini karena saya memiliki stabilitas dalam hidup saya. Saya tidak menggunakan narkoba. Saya tidak keluyuran atau ke klub dan segala sesuatu dalam hidup saya yang saya lakukan sekarang terstruktur seputar perkembangan hidup saya dan keluarga saya," katanya.

    “Berat badan saya turun 45 kg dan saya merasa ingin mengubah hidup saya, melakukan sesuatu yang berbeda dan saya menjadi seorang vegan."

    “Menjadi seorang vegan memberi saya kesempatan lain untuk hidup sehat. Saya terjerat obat-obatan dan kokain yang buruk, saya sulit bernapas. Tekanan darah tinggi, hampir sekarat, radang sendi dan begitu saya menjadi vegan semua hal itu berkurang."

    Petinju berumur 53 tahun ini sedang bersiap naik ring lagi untuk pertandingan amal dan ia sudah menunjukkan masih mampu bertanding.

    TALKSPORT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Marah karena Tersulut Lambatnya Stimulus Kredit

    Presiden Joko Widodo geram karena realisasi anggaran penanganan pandemi masih minim. Jokowi marah di depan para menteri dalam sidang kabinet.