Promotor: Pertarungan Tyson Fury Vs Deontay Wilder Harus Terjadi

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tuson Fury saat melawan Deontay Wilder dalam perebutan gelar juara tinju dunia kelas berat di Las Vegas, 23 Februari 2020. Reuters

    Tuson Fury saat melawan Deontay Wilder dalam perebutan gelar juara tinju dunia kelas berat di Las Vegas, 23 Februari 2020. Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Promotor veteran, Frank Warren, bersikeras bahwa pertarungan trilogi Tyson Fury dan Deontay Wilder harus terjadi tahun ini. Kepada BT Boxing, Warren meyakini Fury dan Wilder pun menginginkan pertarungan keduanya terjadi. "Itu memang harus terjadi dan saya cukup yakin keduanya menginginan yang sama," kata Warren, dikutip dari Daily Mail, Senin, 15 Juni 2020.

    Fury , sebelumnya, bertarung dengan Wilder pada Februari lalu di Las Vegas, Amerika Serikat, untuk merebut kembali gelar kelas berat dunia. Bintang Inggris berusia 31 tahun itu memastikan gelar tersebut setelah mengalahkan Wilder setelah juga menjatuhkannya pada putaran ketiga dan kelima. Pertarungan lanjutan seharusnya dilakukan pada Juli mendatang, tetapi rencana itu dicabut akibat pandemi Covid-19. Pandemi ini juga membuat sejumlah kalender tinju berantakan.

    Terlepas dari kebingungan mengenai jadwal pertarungan keduanya, Warren telah meyakinkan publik bahwa mereka akan dapat menonton pertandingan sebelum akhir tahun ini. Dia juga menambahkan, "Saya cukup yakin kedua pejuang menginginkannya, ini adalah waktu yang lama untuk menunggu di luar ring."

    Sportsmail baru-baru ini juga melaporkan bahwa kedua bintang petinju akan menghadapi pengurangan pendapatan yang signifikan dari pertarungan tersebut. Pertandingan ulang diperkirakan meraup sekitar US$ 17 juta. Namun, pandemi Covid-19 merusak skenario tersebut karena akan ada biaya tambahan sekitar US$ 300 ribu untuk pelaksanaan protokol kesehatan.

    Co-promotor Tyson Fury, Bob Arum, mengatakan belum memikirkan kemungkinan penghasilan yang didapatkan. Namun, ia mengakui bahwa kemungkinan pendapatan akan lebih sedikit setelah pandemi. “Kami juga mendanai dan membayar semua tindakan dan itu luar biasa mahal. Kami memiliki biaya minimum untuk petinju dan dalam beberapa waktu terakhir kami telah membayar dua kali lipat dan tiga kali lipat untuk mereka, tetapi sekarang kami harus mematuhi lebih dekat dengan biaya minimum," ujarnya.

    Tyson Fury juga akan bertarung dengan Anthony Joshua, pemegang gelar kelas berat WBA, IBF dan WBO. Fury adalah juara WBC. Keduanya harus meniadakan pertarungan terjadwal lain mereka terlebih dahulu. Adapun Fury mengatakan bahwa dirinya membutuhkan kamp pelatihan yang lengkap untuk persiapan pertandingan tersebut. "Saya tidak bisa melalui pelatihan tiga bulan, dan kemudian terlibat dalam pertarungan besar dan kemudian pergi dan bertarung lagi enam minggu kemudian," ujar Fury.

    Tyson Fury menambahkan, "aku akan bertarung melawan Deontay Wilder berikutnya, mungkin akhir tahun ini, November atau Desember. Aku cukup yakin akan hal itu dan kemudian aku akan berurusan dengan lawan lain setelahnya."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.