Tragis, Atlet Panjat Tebing 16 Tahun Tewas Tergelincir di Alpen

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Unggahan terakhir Luce Douady di akun Istagramnya, 19 Mei 2020. (Instagram/Luce Douady)

    Unggahan terakhir Luce Douady di akun Istagramnya, 19 Mei 2020. (Instagram/Luce Douady)

    TEMPO.CO, Jakarta - Juara dunia panjat tebing Luce Douady meninggal setelah jatuh dari tebing setinggi 150 meter di Pegunungan Alpen, Prancis, Minggu, 14 Juni 2020.

    Remaja putri berumur 16 tahun ini, melintasi dua area pendakian di Le Luisset dekat kota Grenoble, ketika ia terpeleset. Douady adalah juara dunia junior dan biasa menjelajahi daerah itu dengan teman-temannya.

    Dia adalah salah satu pendaki berbakat, yang diharapkan meraih medali untuk Prancis di Olimpiade Tokyo tahun depan. Laman Climbing.com menggambarkan gayanya sebagai "dinamis dan penuh komitmen" - "sempurna" untuk pertandingan kompetisi.

    Federasi Pendaki Gunung Prancis berduka atas kehilangan yang tragis ini. "Luce adalah atlet muda di tim pendakian Prancis, sangat menjanjikan. Cemerlang dalam kompetisi," tulis federasi di akun media sosialnya. "Kesedihan yang luar biasa bagi komunitas pendaki".

    Klub panjat Chambery juga memberikan penghormatan, menggambarkannya sebagai "wanita muda yang penuh energi, semangat dan bakat" dan "orang yang cantik".

    Sebagai seorang junior yang luar biasa, setelah memenangkan Kejuaraan Bouldering Junior tahun lalu di Arco, Italia, Luce Douady telah melangkah ke sirkuit senior pada usia 15 tahun. Ia menempati peringkat kelima dalam debutnya di Bouldering World Cup di Colorado. Ia belajar panjat tebing dari ayahnya ketika masih sangat muda.

    THE SUN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.