PBSI Home Tournament Berhadiah Rp 500 Juta

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pemain dan pelatih tim putra Indonesia berpose ke arah fotografer usai menerima medali Badminton Asia Team Championships (BATC) 2020 di Rizal Memorial Coliseum, Manila, Filipina, Ahad, 16 Februari 2020. Tim putra Indonesia juara setelah mengalahkan Malaysia dengan skor 3-1. ANTARA/Humas PBSI/Nafi

    Sejumlah pemain dan pelatih tim putra Indonesia berpose ke arah fotografer usai menerima medali Badminton Asia Team Championships (BATC) 2020 di Rizal Memorial Coliseum, Manila, Filipina, Ahad, 16 Februari 2020. Tim putra Indonesia juara setelah mengalahkan Malaysia dengan skor 3-1. ANTARA/Humas PBSI/Nafi

    TEMPO.CO, Jakarta - PBSI menggelar kejuaraan antar-atlet Pelatnas PBSI Home Tournament berhadiah Rp 500 juta, yang digelar mulai besok, Rabu, 24 Juni 2020.

     

    Di nomor tunggal putra dan tunggal putri, juara, urutan kedua dan ketiga akan mendapat hadiah sebesar masing-masing Rp 20 juta, Rp 12 juta dan Rp 7 juta. Pada nomor ganda putra, juara mendapat hadiah sebesar Rp 50 juta, sedangkan pemenang kedua Rp 25 juta dan ketiga Rp 12,5 juta. 

     

    Di ganda putri dan ganda campuran, juara berhak atas hadiah Rp 40 juta, urutan kedua Rp 20 juta dan ketiga Rp 13 juta. Peringkat keempat dan seterusnya juga akan mendapatkan hadiah. 

     

    Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Susy Susanti mengatakan, pembagian jumlah hadiah ditentukan dari capaian yang diraih atlet. Hal ini dilakukan agar pembagian hadiah lebih adil dan atlet pun terpacu untuk mendapat hasil terbaik.

     

    "Hadiah selain dari sponsor yaitu Mola TV juga datang dari para donatur yang memang selalu mendukung atlet-atlet bulutangkis kita," kata Susy, Selasa, 23 Juni 2020.

     

    Peraih medali Olimpiade 1992 ini bersyukur di saat pandemi ini tim bulu tangkis tetap dapat perhatian dan dukungan baik dari pemerintah, sponsor maupun para pemerhati bulutangkis.

     

    "Pelatnas bisa berjalan dan home tournament bisa terlaksana karena kerjasama semua pihak, walaupun memang di saat seperti ini kami harus tetap berhati-hati dan mengikuti protokol kesehatan dari pemerintah," ucapnya. 

     

    Susy melanjutkan, jumlah hadiah di tiap sektor berbeda-beda karena jumlah pesertanya pun berbeda. Di tim ganda putra misalnya yang hanya menurunkan enam pasangan saja. 

     

    "Peserta dari ganda putra memang tidak full satu tim karena ada pemain-pemain muda yang baru kembali ke pelatnas setelah masa PSBB kemarin. Sesuai protokol kesehatan, mereka sudah mengikuti rapid test dan sedang dikarantina selama 14 hari, jadi tidak mungkin ikut," ujar Susy.

     

    Di ganda putri, pasangan Ni Ketut Mahadewi Istarani/Tania Oktaviani Kusumah absen di kompetisi ini. Ketut mengalami cedera pada kedua lututnya, sedangkan Tania sedang menjalani skorsing. 

     

    "Tania sedang menjalani masa skorsing karena tindakan indisipliner. Skorsing berlaku selama tiga bulan, terhitung dari tanggal 15 Juni 2020," kata Susy Susanti.

     

    IRSYAN HASYIM

     

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perkiraan Ukuran Tubuh Megalodon, Pemangsa Zaman Purba

    Setelah berbagai macam penelitian yang dilakukan para ahli, akhirnya mereka bisa menyimpulkan perkiraan ukuran tubuh Megalodon, sang hiu purba.