Putri Kusuma Wardani Tembus Final PBSI Home Tournament

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Putri Kusuma Wardhani atau Putri KW (badmintonindonesia.org)

    Putri Kusuma Wardhani atau Putri KW (badmintonindonesia.org)

    TEMPO.CO, Jakarta - Dalam dua game langsung, Putri Kusuma Wardani memastikan diri melaju di partai final tunggal putri Mola TV PBSI Home Tournament. Putri melenggang ke final setelah mengalahkan Asti Dwi Widyaningrum dengan skor 21-15, 21-18 dalam waktu 50 menit.

    Di game pertama Putri berhasil mengontrol jalannya pertandingan. Asti sebetulnya juga tampil baik, tetapi Putri sudah mengantisipasi bola-bola Asti yang menyulitkan. Putri bisa mengembalikan bola-bola serangan Asti dengan maksimal.

    Pada game kedua, Putri yang sempat tertinggal, akhirnya menyamakan kedudukan dan balik memimpin. Putri tak ingin game ketiga dimainkan, ia tak mau mengulangi kesalahan-kesalahan di pertandingan sebelumnya. "Di game pertama, kontrol permainan ada di saya. Tapi saya agak kendor di game kedua, sedangkan lawan lebih cepat mainnya," kata Putri setelah pertandingan di PBSI Cipayung, Jakarta, 24 Juli 2020.

    Putri Kusuma Wardani menambahkan, "Pada awal game kedua, saya mengubah permainan, tapi kemudian pelatih mengatakan untuk kembali ke pola di game pertama, di mana kontrol permainan ada di saya. Saya akan kesulitan kalau dikontrol lawan."

    Di babak final, Putri akan berhadapan dengan pemenang antara Gregoria Mariska Tunjung atau Saifi Rizka Nur Hidayah. Putri mengatakan peluang memenangkan laga final turnamen bulu tangkis internal cukup terbuka. "Peluang ada, di final saya akan berhadapan dengan kak Gregoria dan Saifi yang cukup imbang. Di final saya nggak mau mikir menang-kalah, kalah tidak apa-apa tapi inginnya ya menang," kata Putri.

    BADMINTON INDONESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah KLB Partai Demokrat, Apa Kata AD/ART?

    Sejumlah kader ngotot melaksanakan KLB Partai Demokrat. Kubu AHY mengatakan bahwa pelaksanaan itu ilegal. Pasal-pasal AD/ART Partai dapat menjelaskan.