Cerita Valentino Rossi Soal Selebrasi Saat Raih Podium MotoGP Andalusia

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap Monster Energy Yamaha Valentino Rossi (kiri) berselebrasi dengan rekan setim, Maverick Vinales dalam MotoGP Andalusia 2020 di Circuito de Jerez, Jerez, Spanyol, Ahad, 26 Juli 2020.  Pekan lalu, adik Rossi, Luca Marini berhasil meraih juara pertama Moto2 GP Spanyol. REUTERS/Jon Nazca

    Pembalap Monster Energy Yamaha Valentino Rossi (kiri) berselebrasi dengan rekan setim, Maverick Vinales dalam MotoGP Andalusia 2020 di Circuito de Jerez, Jerez, Spanyol, Ahad, 26 Juli 2020. Pekan lalu, adik Rossi, Luca Marini berhasil meraih juara pertama Moto2 GP Spanyol. REUTERS/Jon Nazca

    TEMPO.CO, JakartaValentino Rossi berhasil meraih podium MotoGP pertamanya dalam setahun. Ia finis ketiga dalam lomba GP Andalusia di Sirkuit Jerez, Spanyol, Ahad malam, 26 Juli 2020.

    Rasa gembira dan lega pembalap Monster Yamaha itu tercermin dari selebrasinya seusai lomba. Ia sempat menaiki pagar pembatas di depan tribun yang tidak ada penontonnya.

    Apa penjelasan pembalap Italia itu soal selebrasi tersebut? "Sangat lucu karena tempat itu sebenarnya di depan toilet. Itu adalah lokasi di mana aku biasa melakukan selebrasi di masa lalu. Aku ingin menyapa semua orang yang ada di rumah dan memberi mereka pelukan, tapi cukup aneh melihat tempat itu kosong. Tapi itu menyenangkan," kata dia.

    Rossi melanjutkan, “Podium itu benar-benar istimewa karena kami tiba dari akhir pekan yang buruk minggu lalu. Tapi itu bukan hanya minggu lalu, itu adalah mayoritas 2019 selain dari dua podium di awal musim. Saya selalu memiliki masalah yang sama - kadang-kadang lebih baik tetapi saya melakukan beberapa balapan buruk juga."

    Pekan lalu, dalam MotoGP Spanyol, Rossi gagal finis karena masalah teknis. Seusai lomba itu ia mengakumemberi tekanan kepada Yamaha untuk berbenah akhirnya membuahkan hasil. Ia kembali naik podiusm setelah terakhir kali melakukannyasaat menjai runner-up Grand Prix Amerika Serikat di Texas tahun lalu.

    "Semua bagian paruh kedua musim 2019 sangat membuat frustrasi. Aku sangat lamban dan aku sangat kewalahan. Tapi kali ini kami bekerja dengan cara lain. Kami harus bekerja lebih keras, kami harus memberi tekanan kepada Yamaha," kata dia.

    Valentino Rossi menambahkan, "Terkadang itu masalah politis, kami ingin mengganti motor, tapi kami tidak menyerah dan sejak Jumat pagi aku punya perasaan yang lebih baik. Tentunya kami harus lebih baik, aku masih punya sejumlah masalah tapi aku tetap membalap, aku memiliki gayaku dan aku menikmatinya."

    Pembalap berusia 41 tahun itu mengaku, mengawali lomba adalah fase paling krusial. Ia bercerita telah mencoba mengikuti Fabio Quartararo, yang menjadi juara, sejak balapan MotoGP Andalusia dimulai. Tetapi ia mengakui tekanan lebih pada ban membuat Quartararo menjadi lebih cepat.

    "Pada akhirnya dengan Maverick, dia lebih cepat tapi aku membuat kesalahan dan aku membiarkannya melaju. Mungkin jika tidak, aku bisa bertahan. Kami masih harus bekerja di lima lap terakhir tapi sekarang kami tidak terlalu buruk di 20 putaran lainnya," kata Rossi.

    Valentino Rossi berharap bisa meneruskan trek positif Yamaha di seri ketiga MotoGP yang akan digelar di Sirkuit Brno, Republik Cek. Seri balap ini akan digelar pada 9 Agustus mendatang.

    CRASH | ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.