Formula 1: Mercedes Habiskan Rp 6,5 Triliun untuk Rebut Juara 2019

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap Mercedes, Lewis Hamilton. Josep Lago/Pool via REUTERS

    Pembalap Mercedes, Lewis Hamilton. Josep Lago/Pool via REUTERS

    TEMPO.CO, JakartaMercedes menghabiskan dana 333 juta pounds atau sekitar Rp 6,5 triliun untuk merebut dua gelar juara dunia Formula 1 musim 2019 namun masih membukukan keuntungan, demikian laporan yang dipublikasikan tim tersebut.

    Mercedes sedang berada di jalur yang mulus untuk memenangi kedua titel itu lagi musim ini untuk ketujuh kalinya secara beruntun, di saat juara dunia enam kali Lewis Hamilton unggul 47 poin dari rival terdekatnya Max Verstappen setelah tujuh balapan.

    Laporan pada akhir Desember 2019 menunjukkan Mercedes mendapat keuntungan setelah pajak sebesar 14,7 juta pounds atau sekitar Rp 287,9 miliar, dibandingkan laba tahun sebelumnya sebanyak 12,6 juta pounds atau Rp 248,7 miliar, demikian Reuters, Sabtu.

    Pada Formula 1 tahun lalu, Mercedes memenangi 15 balapan termasuk sembilan kali finis 1-2 dan 32 kali podium.

    Laporan itu menyebut jika Mercedes memperoleh 23,6 persen pangsa cakupan televisi, yang menghasilkan ekuivalen nilai iklan televisi kumulatif (AVE) sebesar 5,406 juta dolar AS untuk brand Mercedes.

    Turnover mereka sebesar 363 juta pounds, naik dari nilai sebelumnya 338,4 juta, karena peningkatan revenue sponsor dan pemasaran.

    Laman motorsportweek menyebutkan angka-angka di atas belum termasuk dari fasilitas Mercedes-Bens High Performance Powertrains yang menyediakan dan mengembangkan mesin untuk sejumlah tim F1 yaitu Racing Point dan Williams, serta McLaren pada 2021.

    Sementara itu, F1 akan menerapkan aturan baru yang membatasi anggaran tiap tim menjadi 145 juta dolar atau sekira 111 pounds musim depan sebagai salah satu tujuan mereka menciptakan level kompetisi yang merata di antara 10 tim dan juga masa depan yang berkelanjutan.

    Baca Juga: Hasil Kualifikasi Formula 1 Italia: Lewis Hamilton Raih Pole, Bottas Kedua

    Namun demikian, gaji pembalap dan pengeluaran marketing tidak termasuk di dalam batasan anggaran tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?