Simulasi Piala Uber : Ruselli Hartawan Kalah Lagi, Kali Ini dari Fitriani

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fitriani. Doc. PBSI.

    Fitriani. Doc. PBSI.

    TEMPO.CO, Jakarta - Dalam dua game langsung, Fitriani berhasil menghentikan perlawanan Ruselli Hartawan. Dalam pertandingan hari kedua simulasi Piala Uber 2020 tersebut, Fitriani menang straight game dengan skor 24-22, 21-4 dan tim Rajawali unggul 1-0 atas tim Banteng.

    Pertarungan kedua pemain tunggal putri utama pelatnas ini berlangsung sengit di game pertama. Kedua pemain saling berkejaran angka hingga terjadi setting. Namun penampilan Ruselli menurun drastis di game kedua hingga ia tertinggal 4-11 di interval game.

    Ruselli Hartawan tidak bisa menambah satu angka pun setelah break interval game kedua. Ia tampak kesulitan mengembangkan permainannya. Sebaliknya, Fitriani mencoba untuk bermain lebih rapi dan tidak melakukan kesalahan-kesalahan sendiri.

    Baca juga : Simulasi Piala Uber : Putri KW Sumbang Poin Usai Kalahkan Ruselli Hartawan

    "Di game pertama, saya sempat kepancing bermain serang tapi akhirnya saya bisa kembali ke pola permainan saya. Awalnya saya kalah di serangan, lawan lebih keras dan lebih tajam smash-nya," kata Fitriani setelah pertandingan di Pelatnas Bulu Tangkis PBSI, Cipayung, Kamis, 10 September 2020.

    "Sepertinya di game kedua, lawan jadi drop permainannya dan banyak melakukan kesalahan sendiri. Sebagai evaluasi dari penampilan saya kemarin, saya berusaha main lebih lepas, lebih fokus dan lebih safe lagi di lapangan," tutur pemain jebolan klub Exist ini.

    Tim Banteng punya kesempatan untuk menyamakan kedudukan di partai kedua. Pasangan Ribka Sugiarto / Siti Fadia Silva Ramadhanti dari tim Rajawali akan berhadapan dengan Amallia Cahaya Pratiwi / Apriyani Rahayu dari tim Banteng.

    BADMINTON INDONESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.