Menurut Fabio Quartararo, Tekanan Juara MotoGP 2020 Ada di Pembalap Tim Pabrikan

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap Petronas Yamaha SRT Fabio Quartararo. REUTERS/Stephane Mahe

    Pembalap Petronas Yamaha SRT Fabio Quartararo. REUTERS/Stephane Mahe

    TEMPO.CO, Jakarta - Pembalap Petronas Yamaha SRT Fabio Quartararo mengaku tidak merasa tertekan dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP 2020. Dengan empat seri tersisa dan menjelang balapan di MotoGP Teruel, menurut dia, tekanan dalam perburuan gelar lebih dialami para rival dari tim pabrikan.

    “Pada akhirnya, tekanan tidak benar-benar ada pada saya. Mungkin saya memimpin kejuaraan, tetapi tim ini lahir tahun lalu, ini tahun kedua saya dan saya tidak berada di tim pabrikan," kata dia, dikutip dari Motorsport, Selasa 20 Oktober 2020.

    Quartararo mencatat hasil buruk di MotoGP Aragon, Ahad lalu. Yamaha M1 miliknya bermasalah dengan tekanan ban yang tidak terkendali di ban medium depannya sehingga merosot ke urutan ke-18. Finisnya Joan Mir dari Suzuki di peringkat ketiga membuat Quartararo harus kehilangan posisi di puncak klasemen MotoGP.

    Baca juga : Jadwal MotoGP Teruel: Andrea Dovizioso Kesulitan, tapi Berharap Peluang Juara

    Ia kini berada enam poin di belakang Joan Mir dan ditempel ketat pembalap Monster Energy Yamaha MotoGP Maverick Vinales dan pembalap Ducati Andrea Dovizioso. Bagi Quartararo, balapan di Aragon adalah bencana. “Saya sangat senang bahwa Alex Rins menang, dan Danilo Petrucci menang di Le Mans,” ujarnya.

    Baca juga : Jadwal MotoGP Teruel Akhir Pekan Ini: Rossi Kembali Absen Tanpa Pengganti

    Fabio Quartararo meneruskan, “Balapan di Aragon adalah bencana, saya sedih untuk mengatakan ini tetapi akan menjadi lebih buruk jika Mir menang, Maverick kedua, Dovi ketiga. Pada akhirnya, tekanan ada pada pebalap pabrikan. Saya merasa baik-baik saja. Hanya itu balapan yang sulit dengan masalah teknis, tapi saya merasa baik-baik saja."

    Meski begitu, pembalap asal Prancis itu mengakui bahwa Suzuki adalah tim yang sulit dikalahkan, setidaknya di empat seri MotoGP tersisa. “Bagi saya, konsistensi Suzuki jauh lebih baik daripada kami. Untuk kualifikasi kami memiliki lap yang bagus, tapi Alex Rins sangat cepat dalam balapan dan dia menang. Inilah mengapa mereka selalu berhasil naik podium dan mereka bersenang-senang," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.