Indonesia Berpeluang Raih Emas di Tenis Meja Asean

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta :Indonesia mendapat peluang besar meraih satu emas di Kejuaraan Tenis Meja Asia Tenggara (SEATA) 21-24 Oktober mendatang. Dalam kejuaraan yang akan digelar di Sportmall, Kelapa Gading itu Indonesia akan menurunkan delapan atlet, empat putra dan empat putri.

    David Jacobs - pemain nasional yang dipercaya melatih tim Indonesia - mengaku Indonesia bisa mendapatkan peluang lebih besar setelah Singapura tidak menurunkan tim intinya. "Karena sampai saat ini mereka masih merupakan tim terkuat, namun untuk kejuaraan nanti pemain lapis kedua yang akan diturunkan," katanya ketika ditemui di Senayan, Selasa (14/10).

    Dia menambahkan, peluang emas akan datang dari tim putri. "Kali ini, tim putri masih diperkuat oleh pemain yang berpengalaman," katanya. Indonesia akan diperkuat Ceria Nilasari, Christine Ferliana, Nuni Sugiana, Nur Azizah.

    Nilasari, 28 tahun, memang pernah mencatatkan prestasi gemilang di ajang pertandingan olah rasa se-Asia Tenggara (SEA Games) Manila 2005. Nila bersama dengan Christine menjadi yang terbaik di nomor ganda putri. "Saya akan berjuang semaksimal mungkin," kata Nila di sela-sela latihannya.

    Nila justru menilai pertandingan putra juga tidak akan kalah seru. "Kekuatannya saya rasa akan cukup berimbang, apalagi Singapura tidak menurunkan unggulannya," katanya.

    Tim Indonesia memang akan diperkuat oleh pemain lapis kedua seperti Ficky Supit, Muhammad Khoirudin, Dahlan Haruri, dan Gilang Maulana.

    Menurut David, keempat pemain ini terpilih berkat catatan prestasi mereka yang lebih baik dibandingkan atlet lainnya. "Yang terakhir dalam PON (Pekan Olah Raga Nasional) kemarin, mereka yang cukup menonjol dan bisa menyumbangkan medali," jelasnya.

    David mengaku formasi tim putra ini memang cukup mendadak. "Sebelumnya sayalah yang dipanggil sebagai pemain," tandasnya.

    Namun, rencana itu berubah setelah pasangannya di ganda putra Muhammad Husein tidak memenuhi panggilannya. "Saya juga tidak tahu mengapa dia (Husein) tidak datang," jelasnya.

    Akhirnya, sebut David, pihak Pengurus Besar Perastuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) memutuskan untuk menggantikan posisinya dengan para pemain lapis kedua. "Saya pun akhirnya secara mendadak juga diminta untuk melatih mereka," kata atlet yang juga menyumbangkan emas di SEA Games Manila 2005 itu.

    Sedangkan persiapan tim saat ini, aku David, telah mencapai tahap pematangan. "Kita telah berlatih bermain dan mengatur strategi saja," katanya.

    Dan untuk memantapkan proses pematangan itu, seorang pemain China bernama Wang Zheny diundang. "Sengaja dia didatangkan selama latihan dua minggu itu sebagai sparing partner," katanya.

    Selain itu, mental para atlet juga telah disiapkan. Namun, David mengaku persiapan kejuaraan dua tahunan ini cukup singkat. "Apalagi sempat terpotong waktu puasa dan idul fitri," katanya. Pesaing berat Indonesia saat ini adalah Vietnam dan Thailand.

    Ezther Lastania


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?