Persaingan Berebut Gelar Juara MotoGP 2020: Fabio Quartararo Ogah Lempar Handuk

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap Petronas Yamaha SRT Fabio Quartararo. REUTERS/Albert Gea

    Pembalap Petronas Yamaha SRT Fabio Quartararo. REUTERS/Albert Gea

    TEMPO.CO, JakartaFabio Quartararo mengaku tidak akan menyerah setelah perjuangannya untuk merebut gelar juara dunia MotoGP musim ini mendapat pukulan berat berkat hasil mengecewakan di Grand Prix Eropa di Valencia, Spanyol, Minggu.

    Pembalap Prancis itu naik dua posisi di lap pembuka setelah start dari P11 dan terlihat akan menyalip Aleix Espargaro dari tim Aprilia di Tikungan 8 sebelum kedua pembalap terjatuh bersamaan.

    Quartararo mampu menaiki kembali motornya dan mengais dua poin setelah finis P14, sedangkan rival utamanya, Joan Mir, merebut kemenangan perdananya di MotoGP dan memperlebar jaraknya di klasemen sebanyak 37 poin.

    Sementara Alex Rins membawa Suzuki finis 1-2 hari itu, dan mendapati posisinya naik ke peringkat tiga dengan raihan poin sama dengan Quartararo.

    Quartarao menderita sepanjang akhir pekan di balapan pertama di Sirkuit Ricardo Tormo itu ketika empat sesi latihan bebas dan babak kualifikasi berjalan di trek yang basah.

    Pembalap tim Petronas Yamaha itu kesulitan menemukan kecepatan motor M1-nya, dan ketika cuaca Valencia cerah pada Minggu seperti yang ia harapkan, nasib berkata lain.

    "Aleix terjatuh di depanku dan aku bereaksi. Kalian tahu di awal balapan semua berada di batasnya dan ketika kalian melihat seseorang terjatuh, kalian tak perlu melakukan banyak hal untuk terjatuh, sedikit sentuhan di rem dengan sudut kemiringan di mana kalian biasanya membuka gas, itu berarti kalian terjatuh," kata Quartararo seperti dilansir laman resmi MotoGP.

    "Kami kehilangan banyak poin di balapan ini yang sebenarnya bukan yang terbaik secara realistis, tapi cukup baik."

    Sirkuit Ricardo Tormo akan kembali menggelar balapan pekan depan sebelum seri pemungkas di Portimao, Portugal.

    Quartararo, yang tahun lalu finis runner-up di GP Valencia, memiliki kesempatan kedua untuk membalas kekecewaannya dan menantang duet Suzuki yang menjadi pebalap paling konsisten finis podium musim ini.

    "Aku rasa kami perlu bekerja dengan cara lain, bukan dari tim, tapi Yamaha agar lebih mengambil resiko untuk mencoba bertarung dengan para pembalap teratas karena kelihatannya setiap pembalap kesulitan di balapan ini.

    "Menghadapi dua balapan ini, secara matematis kami masih bisa memenangi kejuaraan tapi aku sedikit berada di sisi lain, aku hanya perlu menikmatinya karena cukup banyak balapan selain di Le Mans di mana aku tidak benar-benar menikmati akhir pekan balapan."

    "Bukan karena tekanan atau apa, tapi karena tidak menemukan seting yang tepat dan sangat sulit memahami kenapa."

    "Berada di peringkat kedua kejuaraan, aku kira kami masih memiliki kesempatan yang besar untuk finis di tempat ini dan aku tidak akan pernah menyerah hingga lap terakhir dan bendera dikibarkan di Portimao," kata Quartararo.

    Baca Juga: Kata Joan Mir Setelah Raih Gelar Perdana

    Mir, sementara itu, hanya perlu menjaga jaraknya minimal 26 poin dari rival-rivalnya setelah GP Valencia usai untuk mengunci gelar juara dunia MotoGP.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.