Libur Akhir Tahun dan Tahun Baru Saat Pandemi, Main Esports Bisa Jadi Pilihan

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak bermain game online (pixabay.com)

    Ilustrasi anak bermain game online (pixabay.com)

    TEMPO.CO, JakartaLiburan akhir tahun, Natal, dan tahun baru 2021 akan berbeda dengan sebelumnya karena berlangsung di tengah pandemi Covid-19. Untuk menghadirkan suasana seru dalam kondisi itu, bermain esports dinilai menjadi salah satu kegiatan yang bisa dilakukan banyak kalangan di rumah.

    "Mengisi liburan #dirumahaja tidak harus menjadi sesuatu yang membosankan, justru kesempatan ini dapat menjadi ajang untuk menemukan bakat terpendam kita" kata Country Head MPL Indonesia, Ridzki Syahputera, dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu.

    Ridzki menjelaskan selama pandemi Covid-19 membuat ruang lingkup dan gerak terbatas. Absennya kegiatan di luar rumah membuat banyak konsumen beralih ke gaming sebagai entertainment utama dalam menghalau kebosanan.

    Bermain game khususnya game online, tidak selalu identik dengan hal yang negatif selama disikapi dengan bijaksana. Pilihlah game online yang sesuai dengan minat dan dapat memberikan nilai tambah dalam kehidupan baik itu dari sisi materi maupun edukasi.

    Salah satu contoh nya pada platform MPL, selain para pemain dapat mengasah keterampilan bermain, koordinasi tangan, mata dan adu strategi, mereka juga dapat mengumpulkan hasil kemenangan di setiap turnamen yang diikuti menjadi saldo di Gopay/LinkAja.

    Tidak hanya game, menurut Ridzki selama pandemi dan liburan olahraga digital atau esports juga terus meningkat. Apalagi banyak kejuaraan baik level nasional maupun internasional digelar dan hadiahnya menjadi daya tarik.

    Berdasarkan data Statista ada 50,8 juta pengguna mobile game di 2020 sebagai imbas kebijakan work from home (WFH) dan belajar di rumah sehingga penggunaan dan unduhan aplikasi game online melonjak, bahkan diprediksi meningkat 21,6 persen pada 2025.

    "Esports adalah istilah untuk sebuah kompetisi permainan video game antar para pemain profesional (pro player) tetapi dalam platform digital. Platform digital membuka kesempatan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk mengakses esports," kata Ridzki menegaskan.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.