Tenis Dunia: Naomi Osaka Mundur dari Turnamen Pemanasan Australia Open

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petenis asal Jepang, Naomi Osaka berbicara dalam konferensi pers sebelum Day at the Drive dalam Australian Open 2021 di Memorial Drive Tennis Club, Adelaide, Australia, 29 Januari 2021. REUTERS/Morgan Sette

    Petenis asal Jepang, Naomi Osaka berbicara dalam konferensi pers sebelum Day at the Drive dalam Australian Open 2021 di Memorial Drive Tennis Club, Adelaide, Australia, 29 Januari 2021. REUTERS/Morgan Sette

    TEMPO.CO, JakartaNaomi Osaka menarik diri dari semifinal Gippsland Trophy, Sabtu, 6 Februari 2021 karena mengalami cedera. Ia tetap menantikan untuk berlaga di Australia Open yang dimulai Senin, 8 Februari 2021. "Maaf untuk Tenis Australia dan fans saya harus mundur hari ini," kata Osaka dikutip dari situs WTA.

    Pemain asal Jepang itu meneruskan, "Saya mengalami cedera yang mengganggu dan mengingat Australia Open di depan mata, saya harus berhati-hati. Saya berharap untuk berkompetisi minggu depan."

    Naomi adalah juara di Melbourne Park pada 2019 dan menjadi salah satu pemain papan atas dan berpeluang untuk menjadi yang terbaik di Grand Slam pertama tahun ini. Osaka akan memulai pertandingan dengan melawan mantan perempat finalis Anastasia Pavlyuchenkova. Dengan mundurnya Naomi, petenis Belgia, Elise Mertens lolos ke final Piala Gippsland lewat kemenangan walkover.

    Di sisi lain, Naomi Osaka juga tidak terlalu berambisi untuk merebut kembali posisi peringkat nomor satu dunia. Menurut dia, prioritasnya saat ini adalah konsistensi dalam mencapai prestasi, termasuk meraih gelar kedua di Australia Open. Ia berhasil menduduki peringkat puncak petenis pada dua tahun lalu usai mengalahkan Petra Kvitova di final Australia Open dan menjadi pemain Asia pertama yang merebut posisi teratas.

    Baca juga : Tenis: Nick Kyrgios Kena Sanksi Setelah Hancurkan dan Lempar Raket ke Tribun

    Meski sedang berada di atas angin, pemain berusia 23 tahun itu justru tak mau berpuas diri. Ia tak begitu mengincar peringkat puncak karena posisi itu membuatnya tertekan. “Saya pikir tidak ada yang benar-benar mengakui saya sebagai petenis nomor satu. Saya hanya terus berusaha membuktikan diri. Saya merasa anggapan seperti itu bukanlah mindset yang baik. Saya tidak begitu ngebet mengincarnya,” ujarnya.

    Sebaliknya, Osaka berharap bisa menjadi pemain yang lebih konsisten dalam setiap tur. Ia berharap bisa mengikuti langkah petenis nomor dua Simona Halep, yang telah menduduki peringkat 10 besar selama 346 pekan. “Saya pikir itu luar biasa,” katanya menyoal rekor Halep yang tercatat sebagai rekor terlama kedelapan dalam sejarah WTA.

    Meski difavoritkan untuk merebut gelar Australia Open, Naomi mengaku gugup menjelang pertandingan pertamanya di grand slam pertama tahun ini. “Saya sangat gugup. Tapi melihat cara bermain saya sekarang serta kemampuan saya dalam pertandingan beberapa belakangan ini membuat saya lebih percaya diri,” ujar dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.