4 Larangan Kemenpora untuk Suporter Klub di Piala Menpora 2021

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali bersama Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan dan Direktur Utama PT. Liga Indonesia Baru (LIB) Akhmad Hadian Lukita.

    Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali bersama Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan dan Direktur Utama PT. Liga Indonesia Baru (LIB) Akhmad Hadian Lukita.

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Gatot S Dewa Broto menyebutkan pihaknya telah mengatur sejumlah ketentuan suporter dalam pelaksanaan Piala Menpora 2021. Menurut dia, aturan itu dikeluarkan supaya turnamen pramusim ini bisa tidak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

    Pertama, suporter tidak boleh datang atau masuk ke stadion. Gatot mengatakan pertandingan hanya akan dihadiri para pemain, media, tim medis, petugas keamanan, panitia penyelenggara dan tim wasit. Untuk mencegah terjadi kerumunan di stadion, Gatot menyebutkan bakal diturunkan tim khusus melakukan memantau setiap pertandingan.

    "Mohon dipahami penonton di dalam stadion bukan penonton yang mereka membeli tiket. Tapi hadir misalnya sebagai media, medis, aparat keamanan, panpel, referee, lalu mungkin ada anak gawang. Pokoknya orang-orang terbatas dan jumlahnya sangat terbatas," kata Gatot saat dihubungi Tempo, Kamis, 25 Februari 2021.

    Kedua, tidak boleh ada pawai atau kegiatan di luar stadion pada pendukung tim selama Piala Menpora 2021. Gatot menjelaskan pelarangan berswafoto juga diberlakukan termasuk untuk rekan satu tim. "Jadi jangan berharap, mohon maaf penjual jersey atau apa juga tak boleh jualan di situ karena tak akan ada pembeli orang wira-wiri di situ," kata dia.

    Baca juga : Riko Simanjuntak Berambisi Bawa Persija Jakarta Jadi Juara Piala Menpora 2021

    Ketiga, tidak boleh menggelar acara nonton bareng. Ketika itu dilakukan, menurut dia, polisi dan Satgas Covid-19 bakal melakukan penindakan. "Saya enggak mau menyebut tapi ada beberapa kali kejadian. Intinya, polisi punya perangkat hukumnya untuk menindak itu," ujar Gatot.

    Keempat, larangan berkumpul walaupun berada di rumah sendiri. Kalau itu terjadi, kata Gatot, bisa menimbulkan persoalan hukum ketika ada melaporkan itu sebagai kerumuman. "Jangan sampai mentang-mentang tidak nobar tapi karena klub kesayangan menang, wah rangkulan mesra, selfie, ngevlog dikirim kemana. Kalau ada yang mengadukan nanti repot. Itu kan melanggar physical distancing," kata dia.

    Gatot berharap agar suporter bisa dapat membantu kepolisian melancarkan turnamen Piala Menpora 2021. Sebab, izin kepolisian bisa terlambat keluar karena jumlah personil kepolisian yang minim. "Memangnya polisi yang diurus hanya bola. Kan enggak juga sehingga polisi jadi sangat hati-hati," kata dia.

    Piala Menpora 2021 dijadwalkan berlangsung pada 20 Maret-25 April 2021. Ada empat daerah yang menjadi tuan rumah penyisihan grup yaitu Bandung, Sleman, Solo dan Malang. Peserta turnamen ini adalah 18 tim Liga 1 musim 2020. Mereka akan dibagi ke dalam empat grup. Piala Menpora 2021 wajib digelar dengan penerapan ketat protokol kesehatan pencegahan Covid-19.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    7 Tips Agar Lebih Mudah Bangun Sahur Selama Ramadan

    Salah satu tantangan selama puasa Ramadan adalah bangun dini hari untuk makan sahur.