Soal Bartomeu dan Barcagate, Begini Reaksi Pelatih Barcelona Ronald Koeman

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ronald Koeman. REUTERS

    Ronald Koeman. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih Barcelona Ronald Koeman menjelaskan bahwa penangkapan mantan presiden klub Josep Maria Bartomeu oleh Kepolisian Katalunya bukanlah hal yang baik bagi Blaugrana. Meski begitu, ia enggan berkomentar tentang kasus yang sedang berlangsung atau dikenal sebagai Barcagate.

    Bartomeu dan tiga orang lainnya, Oscar Grau dan pengacara Roman Gomez Ponti, serta mantan direktur Jaume Masferrer, ditangkap pada hari Senin, 1 Maret 2021. "Ini bukan hal yang bagus untuk klub," kata Koeman dalam konferensi pers menjelang pertandingan Barcelona vs Sevilla di semifinal Copa del Rey, Selasa, 2 Maret 2021.

    Menurut Ronald Koeman, "Kami harus menunggu dan melihat apa yang terjadi. Saya tidak di sini pada saat skandal itu terjadi, saya tidak tahu apa yang terjadi. Kami tidak bisa berbuat apa-apa, kami harus fokus pada sepak bola."

    Baca juga : Barcelona dan Bagaimana Bartomeu Menghancurkannya dalam 5 Tahun

    Koeman memilig berfokus untuk laga leg kedua semifinal Copa del Rey melawan Sevilla. La Braugana sedang dalam posisi tertinggal 2-0. "Kami tahu kami memiliki hasil yang buruk, tapi saya pikir itu masih mungkin," katanya.

    Hasil pertandingan La Liga akhir pekan lalu menjadi hasil positif. Barcelona mengalahkan Sevilla 2-0 di Estadio Ramon Sanchez-Pizjuan. Koeman menantikan perkembangan cedera andalannya, Pedri Gonzalez, harus keluar lapangan saat pertandingan itu. Koeman berharap Pedri bisa kembali tepat waktu.

    "Ada hal-hal yang tidak bisa dijelaskan. Kemarin sore saya terkejut. Dia melakukan latihan individu dan hari ini dia tidak punya masalah. Kami akan lihat besok di sesi pelatihan. Saya pikir dia bisa masuk dalam daftar line up," ujar Ronald Koeman.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    7 Tips Agar Lebih Mudah Bangun Sahur Selama Ramadan

    Salah satu tantangan selama puasa Ramadan adalah bangun dini hari untuk makan sahur.