Irene Sukandar Jawab Dewa Kipas Soal Judi dan Catur Tak Ada Uangnya

Reporter:
Editor:

Iqbal Muhtarom

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Irene Kharisma Sukandar. (instagram/@irene_sukandar)

    Irene Kharisma Sukandar. (instagram/@irene_sukandar)

    TEMPO.CO, Jakarta - Irene Kharisma Sukandar atau dikenal sebagai Irene Sukandar, Grandmaster Wanita Catur Indonesia beberapa waktu lalu, tepatnya pada Minggu, 14 Maret 2021 melayangkan surat terbuka kepada Deddy Corbuzier.

    Surat ini berisi kegundahan hati Irene Sukandar terkait kasus akun Dewa Kipas yang menjadi polemik. Irene juga mengirimkan surat ini sebagai tembusan kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Komite Olahraga Indonesia (KOI), serta Persatuan Catur Seluruh Indonesia atau Percasi.

    Melalui kanal YouTube pribadinya yang ditayangkan pada Jumat, 19 Maret 2021, Irene Suakndar menjabarkan 3 poin yang mendorong dirinya untuk melayangkan surat terbuka tersebut.

    Pertama adalah kegundahannya terkait pernyataan Dadang Subur pemilik akun Dewa Kipas saat diundang Deddy Corbuzier ke podcast-nya. Kala itu, Dewa Kipas alias Dadang Subur mengatakan bahwa catur tidak menghasilkan uang.

    ADVERTISEMENT

    Irene merasa hal tersebut perlu ia luruskan. “Catur ini sebenarnya cukup menjanjikan. Kalau misalkan stigma ini didengar oleh generasi penerus atau anak-anak yang sedang berlatih catur, bisa menjadikan mereka tidak ada motivasi lagi,” jelas Irene.

    Setiap pemain profesional, kata Irene, mendapatkan penghasilan dari bermain catur. “Saya pribadi, saya bisa bilang bahwa catur ini ada uangnya,” lanjutnya.

    Ia mencontohkan dirinya yang kini berperan di Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) dan digaji oleh negara. Ditambah lagi jika ia mengikuti kejuaraan-kejuaraan, ada uang yang didapatnya.

    Poin selanjutnya adalah pernyataan bahwa untuk menghasilkan uang dalam dunia catur, harus lewat perjudian. “Itu sangat sangat salah sekali,” ungkap Irene. Ia menegaskan bahwa jika melewati jalur profesional, maka untuk mendapatkan uang di dalam permainan catur tidak harus melibatkan perjudian.

    Poin terakhir ialah keharusan bagi dirinya untuk bersuara. Bukan tanpa sebab, Irene sebutkan bahwa ia cukup dipercaya oleh berbagai organisasi dunia catur. Baik lingkup nasional maupun internasional. Sehingga, Irene Sukandar merasa wajar saja untuk angkat bicara soal kasus Dewa Kipas.

    “Saya rasa cukup wajarlah. Kalau misalkan ini ada kasus di negara saya sendiri, saya memberi suara akan hal ini,” terangnya.

    Irene Sukandar juga menanggapi komentar netizen yang menganggapnya terlalu ikut campur. Berbekal fakta dan data yang dimilikinya, ia merasa ada keharusan untuk menyuarakan. “Jadi, kalau saya diam, otomatis aman. Tidak ada apa-apa,” kata Irene Sukandar.

    ANNISA FEBIOLA

    Baca juga: Irene Sukandar Beberkan Alasan Sempat Tolak Tanding Catur Lawan Dewa Kipas


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pujian dan Kado Menghujani Greysia / Apriyani, dari Sapi hingga Langganan Berita

    Indonesia hujani Greysia / Apriyani dengan sanjungan dan hadiah. Mulai dari sapi, emas sungguhan, sampai langganan produk digital. Dari siapa saja?