Susanto Megaranto Positif Covid-19 di Piala Dunia Catur, Ini Penjelasan Percasi

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • GM Susanto Megaranto (jas hitam) berama Kabid Binpres PB Percasi, Kristianus Liem (berbatik) saat pembukaan Piala Dunia Catur FIDE di Khanty-Mansysk, Rusia pada 9 September 2019. (PB Percasi)

    GM Susanto Megaranto (jas hitam) berama Kabid Binpres PB Percasi, Kristianus Liem (berbatik) saat pembukaan Piala Dunia Catur FIDE di Khanty-Mansysk, Rusia pada 9 September 2019. (PB Percasi)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) memastikan bahwa tiga orang Kontingen Indonesia di Piala Dunia Catur dinyatakan positif Covid-19. Mereka yakni Grand Master Susanto Megaranto, International Master Mohammad Ervan serta pelatih Kristianus Liem.

    Sekretaris Jenderal PB Percasi, Henri Hendratno, mengatakan persiapan atlet sudah memenuhi protokol kesehatan yang berlaku di Indonesia, pemerintah Rusia dan FIDE. Atlet Indonesia yang berangkat sudah divaksin 2 tahap sebelum berangkat sudah melakukan tes swab PCR, mengkonsumsi vitamin dan makanan dalam ukuran yang sangat baik. "Bahkan setiba di Sochi tgl 10 Juli 2021 dan dites PCR di sana, semua bebas dari Covid," ujar Henri saat dihubungi Tempo, Jumat, 16 Juli 2021.

    Menurut dia, pengumuman oleh panitia bahwa Susanto Megaranto positif Covid-19 jelas sangat merugikan. Apalagi satu atlet lainnya, Mohamad Ervan, juga dinyatakan positif Covid-19 dan dinyatakan kalah WO sejak babak pertama.

    PB Percasi, kata Henri, mendukung penegakan protokol kesehatan dalam kejuaraan dunia tersebut. Meski demikian, Henri menyayangkan keputusan tersebut diambil panitia pada saat pertandingan berlangsung. "Bila keputusan itu disampaikan sebelumnya, maka tidak mempengaruhi atlet lainnya, terutama Fabiano Caruana sebagai lawan Susanto saat itu," ujarnya.

    Henri mengatakan PB Percasi sudah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar RI di Moskow, untuk memastikan Susanto, Ervan serta Kristianus Liem, menjalani karantina dengan baik. Dari hasil komunikasi KBRI dengan panitia, menurut Henri, pihak panitia telah meminta maaf tidak bisa menjawab dengan cepat karena kesibukan selama turnamen.

    Panitia pun menaruh perhatian besar akan hal ini dan terus memantau serta berkomunikasi dengan Kepala Rumah Sakit Infeksi Nomor 2 Kota Sochi yang ditunjuk khusus menangani Covid-19 di Piala Dunia Catur. "Mereka meminta supaya RS mengirim status pasien setiap hari ke panitia dan berharap besok mekanisme ini sudah mulai berjalan dengan lancar, ujar Henri.

    Kedutaan Besar Republik Indonesia di Moskow, menurut Henri, awalnya berencana untuk bisa mengatur pengiriman makanan kepada para atletnya. Namun, rencana itu terhambat pembatasan akibat Covid-19. "Terkait kemungkinan memindahkan ke rumah sakit lain, di kota Sochi tidak terdapat klinik atau rumah sakit swasta yang berlisensi untuk perawatan Covid-19," ujar dia.

    Henri mengakui bahwa penyelenggara Piala Dunia Catur 2021 tidak bisa mencampuri penanganan Covid-19 karena perawatan pasien ditangani sepenuhnya oleh pemerintah Rusia melalui Rospotrebnadzor, Satgas Covid-19-nya Rusia. Bahkan, panitia tidak bisa mentransfer pasien Covid-19 dengan mobil ambulan swasta, tetapi harus memanggil ambulan dari klinik pemerintah. 

    Baca juga : Piala Dunia Catur: Susanto Positif Covid-19, Irene dan Medina Tunggu Hasil Tes


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.