Kasus Perkosaan Terjadi di Stadion Nasional, Tempat Pembukaan Olimpiade Tokyo

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Stadion Nasional di Tokyo, Jepang. (instagram/@national_stadium_japan)

    Stadion Nasional di Tokyo, Jepang. (instagram/@national_stadium_japan)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kasus perkosaan terjadi di Stadion Nasional Jepang, yang akan menjadi lokasi pembukaan dan penutupan Olimpiade Tokyo. Polisi telah menangkap pria yang diduga jadi pelakunya.

    Polisi Tokyo menangkap menangkap seorang mahasiswa dari Uzbekistan, Davronbek Rakhmatullaev, Ahad. Ia dicurigai telah memperkosa seorang wanita Jepang ketika keduanya bekerja paruh waktu di Stadion Nasional.

    Rakhmatullaev, 30 tahun, bertugas sebagai staf untuk menyediakan makanan kepada pers. Ia diduga melakukan pelecehan seksual terhadap wanita berusia 20-an di kursi dan di lorong di stadion sekitar pukul 21.00, Jumat. Demikian menurut keterangan polisi.

    Polisi sebelumnya mendapat laporan dari wanita yang bersangkutan, Sabtu. Ia mengaku telah diperkosa oleh tersangka setelah mereka menonton latihan upacara penutupan Olimpiade di stadion itu.

    Tersangka disebutkan telah membantah tuduhan itu. Polisi mengutip keterangannya yang mengatakan bahwa wanita itu tidak melawan. Keduanya belum pernah bertemu sebelum kejadian itu.

    Tersangka memasuki Jepang pada 2014 dan saat ini sedang cuti dari sebuah universitas di Prefektur Aichi, Jepang tengah. Dia diyakini telah tinggal di hotel di Tokyo untuk keperluan bekerja di stadion itu.

    Selain jadi tempat pembukaan dan penutupan Olimpiade Tokyo, Stadion Nasional Jepang akan menjadi tempat perlombaan atletik dan pertandingan sepak bola. Stadion itu dibangun khusus untuk Olimpiade di lokasi sama dengan bekas stadion yang digunakan di Olimpiade 1964.

    KYODO NEWS | JAPAN TIMES | NHK

    Baca Juga: Tiada Hari Tanpa Kasus Covid-19 di Olimpiade Tokyo, Kampung Atlet Dikhawatirkan Jadi Klaster 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.