Hend Zaza, Atlet Termuda Olimpiade Tokyo, Langsung Tersingkir

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet tenis meja Suriah, Hend Zaza. REUTERS/Luisa Gonzalez

    Atlet tenis meja Suriah, Hend Zaza. REUTERS/Luisa Gonzalez

    TEMPO.CO, JakartaAtlet asal Suriah, Hend Zaza, yang berusia 12 tahun dan merupakan yang termuda di Olimpiade Tokyo, tersingkir dari turnamen tenis meja di babak pembuka, Sabtu.

    Hend Zaza kemudian berswafoto dengan lawannya dari Austria untuk mengingat kesempatan bertanding di acara olahraga multievent tingkat dunia itu.

    Zaza bertarung dengan lawan yang lebih dari tiga kali usianya di babak penyisihan tunggal putri, Liu Jia, 39 tahun, namun tidak menunjukkan tanda-tanda gugup, mempertahankan ketenangannya meskipun kalah 4-0.

    "Sangat sulit untuk mempersiapkan mental untuk (Olimpiade) tetapi saya pikir saya entah bagaimana berhasil mengatasi ini, dan ini adalah bagian yang saya pikir saya lakukan yang terbaik selama pertandingan," kata Zaza setelah pertandingan, dikutip dari Reuters.

    "Pelajaran utamanya adalah kekalahan di pertandingan ini, terutama di pertandingan pertama. Jadi lain kali, saya akan bekerja keras untuk melewati babak pertama, kedua, ketiga, karena saya ingin bermain lebih banyak di kompetisi ini," dia menambahkan.

    Pelatihnya Adham Jamaan mengatakan bahwa atlet tenis meja itu perlu terus berlatih, dan dia "akan baik-baik saja".

    Zaza menjadi atlet Olimpiade termuda setelah pedayung Spanyol berusia 11 tahun, Carlos Front, pada 1992. Dia lahir di Hama, Suriah, dari keluarga atlet dan mulai bermain tenis meja pada usia lima tahun.

    Menurut Jamaan, Zaza hanya dapat berpartisipasi dalam dua atau tiga pertandingan eksternal setahun karena perang saudara Suriah.

    Pemadaman listrik yang sering juga membatasinya untuk sesekali berlatih, hanya pada siang hari.

    Namun Zaza mendapat peluang setelah memenangkan turnamen kualifikasi Olimpiade Asia Barat di Yordania tahun lalu, menjadi petenis meja Suriah pertama yang lolos ke Olimpiade.

    "Selama lima tahun terakhir, saya telah melalui banyak pengalaman berbeda, terutama dengan perang yang terjadi di seluruh negeri dan penundaan pendanaan untuk Olimpiade," kata Zaza.

    "Itu sangat sulit, tetapi saya harus berjuang untuk itu. Dan ini adalah pesan saya kepada semua orang yang berada dalam situasi yang sama -- berjuang untuk impian Anda. Berusaha keras terlepas dari kesulitan yang Anda alami dan Anda akan mencapai impian Anda."

    Baca Juga: Atlet Menembak Cina Jadi Peraih Emas Pertama Olimpiade Tokyo


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.