Selancar Olimpiade Tokyo: Rio Waida Terdepak di Babak 16 Besar

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peselancar Indonesia, Rio Waida saat tampil dalam Heat 1 pada cabang Surfing Olimpiade Tokyo 2020 di pantai  Tsurigasaki Surfing, Tokyo, Jepang, 25 Juli 2021. Rio Waida melaju ke babak 16 besar setelah finis di urutan kedua. REUTERS/Lisi Niesner

    Peselancar Indonesia, Rio Waida saat tampil dalam Heat 1 pada cabang Surfing Olimpiade Tokyo 2020 di pantai Tsurigasaki Surfing, Tokyo, Jepang, 25 Juli 2021. Rio Waida melaju ke babak 16 besar setelah finis di urutan kedua. REUTERS/Lisi Niesner

    TEMPO.CO, Jakarta Perjuangan peselancar Indonesia Rio Waida terhenti di putaran ketiga atau babak 16 besar cabang selancar ombak Olimpiade Tokyo. Ia kalah dari peselancar Jepang Kanoa Igarashi, Senin siang. 

    Bertanding pada Heat 1 di Tsurigasaki Surfing Beach, Rio mencatatkan skor 12.00, lebih baik dari dua laga Rio sebelumnya. Namun, dikutip dari situs resmi Olimpiade, atlet berusia 21 tahun itu belum dapat mengungguli Igarashi dengan catatan skor 14.00.

    Laga Rio vs Igarashi sempat ditunda lebih dari satu jam karena cuaca. Saat pertandingan dimulai, Rio tampak kesulitan memilih ombak yang tepat, dengan ombak pertama setelah pertandingan berjalan lebih dari lima menit. Catatan skor ombak pertama Rio lebih unggul dari Igarashi. Namun, Igarashi mampu mencetak skor 8.00 pada ombak ketiga.

    Tak berselang lama, Igarashi kembali mencatatkan skor cukup baik dengan nilai 6.00 pada ombak keempat. Hal itu membuat total skor Igarashi terpaut jauh dari Rio.

    Meski begitu, Rio yang mengenakan jersey putih dengan nomor punggung 19 itu tetap berusaha memburu ombak dengan mencatatkan skor 5.83 pada ombak keenam dan 6.17 pada ombak kedelapan. Sayangnya, Rio belum mampu mencetak skor lebih saat peluit ditiup tanda 30 menit pertandingan berakhir.

    Rio mengawali laga perdananya di Olimpiade Tokyo pada Minggu pagi di putaran pertama babak non-eliminasi. Peselancar berdarah Indonesia-Jepang itu belum mampu berada di posisi dua teratas pada Heat yang dimainkannya, sehingga harus menjalani putaran kedua atau babak eliminasi.

    Rio kemudian lolos dari babak eliminasi dan menuju putaran ketiga atau babak 16 besar. Pada babak "man-on-man" tersebut, hanya peselancar yang menempati posisi pertama yang dapat melaju ke babak perempat final, sehingga Rio terpaksa tersingkir dari Olimpiade Tokyo 2020

    Baca juga : Olimpiade Tokyo: Candra Wijaya Prediksi All Indonesia Final di Ganda Putra


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.