Olimpiade Tokyo: Angin Kencang Buat Rio Waida Kesulitan Berburu Ombak

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peselancar Indonesia, Rio Waida saat tampil dalam Heat 3 pada cabang Surfing Olimpiade Tokyo 2020 di pantai  Tsurigasaki Surfing, Tokyo, Jepang, 25 Juli 2021. REUTERS/Lisi Niesner

    Peselancar Indonesia, Rio Waida saat tampil dalam Heat 3 pada cabang Surfing Olimpiade Tokyo 2020 di pantai Tsurigasaki Surfing, Tokyo, Jepang, 25 Juli 2021. REUTERS/Lisi Niesner

    TEMPO.CO, JakartaPeselancar Indonesia Rio Waida mengaku kesulitan mendapatkan ombak karena angin kencang saat tersingkir di putaran ketiga atau babak 16 besar selancar ombak Olimpiade Tokyo, Senin, 26 Juli 2021.

    "Kondisi ombak sangat susah karena angin kencang seperti badai sehingga arus sangat deras. Saya masuk ke dalam laut... 10 menit pertama saya bingung mau ke mana," kata Rio usai pertandingan, seperti dikutip dalam sebuah pernyataan KOI.

    Laga Rio pada Heat 1, yang digelar di Tsurigasaki Surfing Beach, sempat ditunda lebih dari satu jam karena cuaca. Dari semula dijadwalkan pukul 09.48 WIB, laga baru dimulai pukul 11.18 WIB.

    Rio mengaku telah berusaha keras mengejar ombak yang bagus. Namun ketika mendapatkan ombak bagus, kemampuannya mungkin dinilai kurang oleh dewan juri. "Saya coba mencari ombak, akhirnya dapat juga. Saya mencoba tampil baik, tetapi mungkin di mata juri kurang bagus," kata Rio.

    Berhadapan dengan wakil tuan rumah Kanoa Igarashi, yang berada di peringkat 6 dunia, justru membuat Rio termotivasi. "Saya ingin mengalahkan dia, tetapi saya belajar banyak... Saya sedih tidak bisa masuk ke round berikut, tapi saya akan berusaha tampil lebih baik lagi untuk selanjutnya," ujar peselancar berusia 21 tahun itu.

    Dalam laga putaran ketiga itu Rio mencatatkan skor 12.00, terpaut dua angka dari Igarashi yang mencetak skor 14.00. Pada babak man-on-man tersebut hanya peselancar yang menempati posisi pertama yang dapat melaju ke perempat final, sehingga Rio harus rela angkat kaki dari Olimpiade Tokyo.

    "Terima kasih atas dukungan teman-teman dan Indonesia. Mohon maaf saya belum bisa membawa pulang medali. Saya akan berusaha lebih keras untuk bisa tampil lebih baik di Paris, 2024," kata Rio Waida.

    Baca juga : Selancar Olimpiade Tokyo: Rio Waida Terdepak di Babak 16 Besar


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.