Peruth Chemutai, Atlet Perempuan Pertama Uganda yang Meraih Emas Olimpiade

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelari Uganda Peruth Chemutai (depan) dalam final lari halang rintang 3.000 meter putri Olimpiade Tokyo 2020 di Olympic Stadium, Tokyo, Jepang, Rabu (4/8/2021). (ANTARA/REUTERS/Aleksandra Szmigiel)

    Pelari Uganda Peruth Chemutai (depan) dalam final lari halang rintang 3.000 meter putri Olimpiade Tokyo 2020 di Olympic Stadium, Tokyo, Jepang, Rabu (4/8/2021). (ANTARA/REUTERS/Aleksandra Szmigiel)

    TEMPO.CO, Jakarta - Peruth Chemutai mencatatkan sejarah sebagai atlet perempuan pertama dari Uganda yang memenangi medali emas Olimpiade. Ia berhasil mengukir sejarah setelah finis pertama dalam nomor lari halang rintang 3.000 meter Olimpiade Tokyo di Olympic Stadion, Tokyo, Rabu, 5 Agustus 2021.

    Chemutai mencatatkan waktu 9:01:45 mengalahkan pelari AS Courtney Frerichs (9:04:79) dan pelari Kenya Hyvin Kiyeng (09:05:39). Frerichs dan Kyeng masing-masing meraih perak dan perunggu.

    “Saya sangat bahagia. Hari ini saya berhasil. Ini adalah pertama kalinya Uganda mendapat medali emas dalam nomor lari halang rintang 3.000m,” kata atlet berusia 22 tahun tersebut dikutip dari Olympics.

    Final yang menampilkan delapan dari sembilan pelari terbaik pada tahun 2021 itu berlangsung ketat. Ketika Chemutai memimpin pada 1.000 meter pertama, Frerichs sempat melesat untuk menciptakan jarak yang cukup jauh antara dirinya dan pelari Uganda itu.

    Namun, Chemutai kembali mendapat momentum untuk memimpin saat bel jelang putaran terakhir berbunyi untuk mengejar Frerichs sebelum mencapai garis finis.

    “Saya berpikir untuk menjadi yang terdepan dalam perlombaan, tetapi gadis Amerika itu (Frerichs) memimpin. Dengan sisa jarak 500 meter lagi, saya memutuskan untuk berlari kencang hingga mencapai garis finis,” kata Chemutai. Keputusannya berbuah manis setelah berhasil menyalip Frerichs.

    Kontingen Uganda sejauh itu telah mengumpulkan 10 medali Olimpiade yang semuanya diraih oleh atlet putra. Dua medali emas Olimpiade sebelumnya datang dari pelari gawang John Akii-Bua di Munich 1972 dan pelari maraton Stephen Kiprotich di London 2012.

    Baca juga : Olimpiade Tokyo: Andre De Grasse Penerus Usain Bolt, Juara Lari 200 Meter


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.