PBSI: Greysia / Apriyani Masih Jadi Andalan di Piala Sudirman dan Piala Uber

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Seusai berhasil mempertahankan tradisi medali di Olimpiade Tokyo melalui atlet ganda putri Greysia Polii / Apriyani Rahayu, PBSI mengalihkan perhatian untuk mempersiapkan tim yang bakal tampil di Piala Sudirman dan Piala Thomas - Piala Uber. Pelatih Chafidz Yusuf mengatakan pasangan Greysia / Apriyani masih akan diandalkan untuk dua turnamen tersebut.

    Hal itu menjawab rumor bahwa Greysia, 33 tahun, bakal segera pensiun usai meraih medali emas Olimpiade. "Mereka pasti masih mempersiapkan diri buat dua turnamen beregu tersebut. Untuk selanjutkan, kami harus melakukan pembicaraan baru lagi," kata dia kepada Tempo.

    Piala Sudirman tahun ini rencananya akan digelar di Vantaa, Finlandia pada 23 September-3 Oktober 2021. Turnamen itu adalah turnamen beregu campuran paling bergengsi di dunia. Indonesia pernah sekali juara pada 1989 dan menjadi runner up sebanyak enam kali. Sepekan berselang, Piala Thomas dan Piala Uber akan bergulir di Aarhus, Denmark pada 9-17 Oktober.

    Soal penampilan tim bulu tangkis di Olimpiade, Ketua Umum PBSI Agung Firman Sampurna mengapresiasi raihan seluruh atlet yang berlaga. Menurut dia, semua pemain telah mengeluarkan seluruh kemampuan terbaiknya meski persiapan dan pelaksanaan Olimpiade berada di tengah kondisi pandemi Covid-19. "Dalam situasi yang seperti ini, kita tetap dapat memberikan kehormatan kepada bangsa dan negara ini," kata Agung Firman.

    Meski begitu, PBSI, kata Agung, tidak bisa membuat para atletnya lama-lama beristirahat. Sebab, menurut dia, turnamen Piala Sudirman dan Thomas-Uber menjadi turnamen yang tak kalah prestisius. Greysia / Apriyani dan atlet pelatnas lainnya harus bersiap mengikuti perebutan trofi badminton tersebut.

    "Saya menyampaikan kepada teman-teman yang belum beruntung di Olimpiade, turnamen selanjutnya adalah saatnya untuk revans. Jadi mari kita persiapkan sebaik-baiknya, kita evaluasi sebaik-baiknya. Semoga lambang supremasi bulutangkis itu bisa kembali ke Indonesia tahun ini," kata Agung Firman Sampurna.

    Baca juga : Begini Sambutan Spesial Imigrasi Jika Greysia / Apriyani Tiba di Bandara

    Baca juga : Olimpiade Kelar, PBSI Minta Pemain Fokus Piala Sudirman dan Thomas-Uber


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.