Target Masuk 40 Besar Tak Tercapai di Olimpiade Tokyo, Apa Kata Menpora?

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebulutangkis ganda putri peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 Greysia Polii (kanan) melakukan tos dengan Ketua Umum PBSI Agung Firman Sampurna (tengah) disaksikan Menpora Zainudin Amali (kedua kanan) dan Wakil Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Warih Sadono (kiri) setibanya di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu, 4 Agustus 2021. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    Pebulutangkis ganda putri peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 Greysia Polii (kanan) melakukan tos dengan Ketua Umum PBSI Agung Firman Sampurna (tengah) disaksikan Menpora Zainudin Amali (kedua kanan) dan Wakil Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Warih Sadono (kiri) setibanya di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu, 4 Agustus 2021. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    TEMPO CO, Jakarta - Kontingen Indonesia telah merampungkan seluruh pertandingan di Olimpiade Tokyo 2021 dengan mengantongi 1 medali emas, 1 medali perak, dan tiga medali perunggu.

    Tim Merah Putih dipastikan tak mampu mencapai target peringkat 40 besar di Olimpiade. Pada Jumat pagi, Tim Merah Putih berada di peringkat 46 sementara klasemen Olimpiade.

    Target 40 besar ditetapkan Indonesia dengan maksud memperbaiki peringkat, setelah menempati ranking 46 di Olimpiade 2016. Kala itu para atlet Indonesia pulang dengan membawa satu medali emas dan dua medali perak dari cabang olahraga bulutangkis dan angkat besi.

    Menteri Pemuda dan Olaharga, Zainudin Amali, menyatakan secara perolehan medali target Indonesia sebenarnya tercapai, bahkan lebih baik dari Olimpiade Rio 2016. Namun, kata dia, untuk target peringkat memang belum tercapai.

    Ia menyebut baru melakukan perubahan paradigma soal sasaran utama pembinaan Olimpiade sehingga ke depan memang harus lebih baik lagi.

    "Sejak awal saya sampaikan bahwa kita berusaha memperbaiki peringkat Indonesia dari yang diperoleh saat Olimpiade 2016. Itu karena kita mengubah cara pandang kita dan menentukan sasaran utama pembinaan prestasi olahraga nasional itu adalah Olimpiade bukan lagi Asian Games, apalagi SEA Games (hanya menjadi sasaran antara saja), dan tidak lagi kita mendasarkan pada perolehan medali," kata Menpora dalam konferensi pers virtual, Kamis, 5 Agustus 2021.

    Melalui perubahan paradigma itu, kata Amali, pihaknya berusaha melakukan pembinaan secara sistematis, terstruktur, dan masif. Ia pun berharap ke depannya pemerintah bisa segera menjalankan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) agar pencapaiannya Indonesia ke depan bisa lebih baik dan konsisten. Tentu dengan target-target yang tepat dan sesuai sasaran.

    "Yang juga harus disadari bahwa membuat target dalam pertandingan olahraga itu tidak sama dengan membangun infrastruktur yang bisa dipastikan ukurannya," kata dia.

    "Apalagi ini Olimpiade yang tingkat tekanannya sangat tinggi tidak seperti event-event olahraga lainnya sehingga penetapan target itu tidak selamanya tepat. Beberapa atlet unggulan dan yang diharapkan meraih medali emas tapi bertumbangan di babak-babak awal," kata Menpora

    Di Olimpiade Tokyo, kontingen Indonesia yang diperkuat 28 atlet dari delapan cabang olahraga yang semuanya sudah berada di Tanah Air.  Indonesia kini tinggal menunggu hasil final klasemen pada penutupan Olimpiade 8 Agustus mendatang.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar Lengkap Hari Libur Nasional dan Catatan Tentang Cuti Bersama 2022

    Sebanyak 16 hari libur nasional telah ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan untuk cuti bersama dan pergesera libur akan disesuaikan dengan kondisi.