Piala Sudirman 2021: Simak Peta Persaingan dan Daftar Atlet 16 Negara Peserta

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tunggal putra China Shi Yuqi berserta sejumlah pemain China merayakan kemenangan partai ketiga melawan tunggal putra Jepang Kento Momota untuk mengunci kemenangan China atas Jepang 3-0 di Piala Sudirman 2019, Guangxi Sports Center, di Nanning, China. (Antaranews/Aditya E.S. Wicaksono)

    Tunggal putra China Shi Yuqi berserta sejumlah pemain China merayakan kemenangan partai ketiga melawan tunggal putra Jepang Kento Momota untuk mengunci kemenangan China atas Jepang 3-0 di Piala Sudirman 2019, Guangxi Sports Center, di Nanning, China. (Antaranews/Aditya E.S. Wicaksono)

    TEMPO.CO, Jakarta - Semua pemenang cabang bulu tangkis di Olimpiade Tokyo 2020, kecuali pemenang di nomor ganda putra, Lee Yang / Wang Chi-Lin, akan beraksi di putaran final Piala Sudirman 2021. Turnamen resmi BWF ini akan dimulai di Vantaa, Finlandia, pada 26 September 2021.

    Pemenang sebelas kali Piala Sudirman, China, akan tiba dengan kekuatan terbaik. Dua peraih medali emas Olimpiade, Chen Yu Fei di nomor tunggal putri, dan Wang Yi Lyu dan Huang Dong Ping, di ganda campuran, akan turun.

    Menariknya, dengan absennya peraih medali perak Olimpiade, Chen Long, membuat tanggung jawab di nomor tunggal putra akan berada di pundak Shi Yu Qi. Dia akan didukung oleh Lu Guang Zu dan juara Youth Olympic Games Li Shi Feng. Untuk pelapis Chen Yu Fei, China menyiapkan He Bing Jiao dan Wang Zhi Yi yang berusia 21 tahun.

    Andalan ganda putra Li Jun Hui dan Liu Yu Chen belum tercatat dalam skuad. Namun, China memiliki banyak bakat untuk menjadi pelapis seperti Liu Cheng, Feng Yan Zhe, He Ji Ting, dan Tan Qiang.

    Kento Momota memimpin tim Jepang
    Jepang tidak akan diperkuat beberapa pemain ganda putra terbaik mereka seperti Takeshi Kamura, Keigo Sonoda dan Hiroyuki Endo. Namun, mereka dapat mengandalkan runner-up Kejuaraan Dunia Takuro Hoki/Yugo Kobayashi dan Akira Koga/Taichi Saito.

    Kento Momota dari Jepang saat melawan Heo Kwang-Hee dari Korea Selatan dalam penyisihan grup Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang, 28 Juli 2021. Kabar tumbangnya atlet andalan tuan rumah oleh pebulu tangkis rangking 38 ini sangat mengejutkan. REUTERS/Lintao Zhang

    Selain nama-nama yang sudah dikenal di ganda putra, Jepang akan membawa pemain terbaiknya. Mereka adalah Kento Momota, Nozomi Okuhara, Akane Yamaguchi, Mayu Matsumoto, Wakana Nagahara, Yuta Watanabe, dan Arisa Higashino.

    Indonesia turunkan tim berpengalaman
    Indonesia, yang akan berusaha merebut kembali gelar yang diraih pada debutnya pada tahun 1989, memiliki tim yang kaya dengan pengalaman. Juara dunia Mohammad Ahsan / Hendra Setiawan bersama Marcus Fernaldi Gideon / Kevin Sanjaya Sukamuljo, serta Fajar Alfian / Muhammad Rian Ardianto akan menjadi tumpuan di ganda putra.

    Juara Olimpiade Greysia Polii / Apriyani Rahayu akan memimpin di nomor ganda putri mereka. Mereka akan di didukung pasangan muda, Siti Fadia Silva Ramadhanti / Ribka Sugiarto. Peraih medali perunggu Olimpiade Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie dan Shesar Hiren Rhustavito memperkuat nomor tunggal putra mereka.

    Sementara di tunggal putri, Putri Kusuma Wardani yang berusia 19 tahun dan Ester Nurumi Tri Wardoyo akan mendukung Gregoria Mariska Tunjung. Praveen Jordan / Melati Daeva Oktavianti dan Rinov Rivaldy / Pitha Haningtyas Mentari akan memikul tanggung jawab di ganda campuran.

    Denmark kekuatan penuh
    Denmark menurunkan kekuatan penuh dalam skuadnya kali ini. Mereka akan dipimpin oleh juara Olimpiade Viktor Axelsen, dan termasuk pemain top mereka di semua kategori, seperti Mia Blichfeldt (tunggal putri), Kim Astrup dan Anders Skaarup Rasmussen (ganda putra), Sara Thygesen dan Maiken Fruergaard (ganda putri), serta Mathias Christiansen dan Alexandra Boje (ganda campuran).

    Berikutnya China Taipei tanpa Tai Tzu Ying...


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kereta Cepat Jakarta - Bandung: Sembilan Tahun Perjalanan hingga Bengkak Biaya

    Proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung jadi pembicaraan publik karena muncul cost overrun. Jokowi lantas meneken Perpres untuk mendukung proyek itu.