Rekap Hasil Bulu Tangkis PON Papua: Jabar dan Jatim 3 Emas, DKI 1 Emas

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebulu tangkis tunggal putra Jawa Barat Panji Ahmad Maulana mengikuti Upacara Penghormatan Pemenang final Bulu Tangkis Tunggal Putra PON Papua di GOR Waringin Kotaraja, Kota Jayapura, Papua, Rabu 13 Oktober 2021. Panji Ahmad Maulana meraih medali emas, sementara Syabda Perkasa Belawa meraih medali perak dan Iksan L E Rumbay serta Bobby Setiabudi masing-masing medali perunggu. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    Pebulu tangkis tunggal putra Jawa Barat Panji Ahmad Maulana mengikuti Upacara Penghormatan Pemenang final Bulu Tangkis Tunggal Putra PON Papua di GOR Waringin Kotaraja, Kota Jayapura, Papua, Rabu 13 Oktober 2021. Panji Ahmad Maulana meraih medali emas, sementara Syabda Perkasa Belawa meraih medali perak dan Iksan L E Rumbay serta Bobby Setiabudi masing-masing medali perunggu. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, Jakarta - Rangkaian pertandingan bulu tangkis Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua sudah berakhir, Rabu. Kontingen Jawa Barat menjadi juara umum di cabang ini.

    Dari tujuh nomor yang dipertandingkan, pebulu tangkis Jabar berhasil mengumpulkan tiga medali emas, tiga perak, dan satu perunggu. Hasil itu melebihi capaian di PON 2016 ketika Jabar finis di posisi kedua dengan dua emas, tiga perak, lima perunggu.

    Medali emas pertama Jabar di PON Papua diraih Saifi Riska Nurhidayah dari nomor tunggal putri setelah mengalahkan wakil Bali Komang Ayu Cahya Dewi di babak final.

    Panji Ahmad Maulana memastikan emas kedua untuk Jabar dari nomor tunggal putra setelah melakoni duel all Jabar finals melawan Syabda Perkasa Belawa.

    Kemenangan tersebut sekaligus mengakhiri penantian 17 tahun Jabar dalam mengembalikan gelar tunggal putra bulu tangkis di ajang PON yang terakhir kali meraih emas pada PON 2004 Palembang, Sumatera Selatan.

    Kemenangan di final 17 tahun silam itu diraih Taufik Hidayat setelah mengalahkan pebulu tangkis DKI Jakarta Simon Santoso.

    Ganda putra Pramudia Kusumawardana/Muhammad Shohibul Fikri mengamankan emas ketiga Jabar berkat kemenangannya atas unggulan pertama DKI Jakarta Adnan Maulana/Ghifari Ananda.

    Sementara itu, kontingen Jawa Timur berada di urutan kedua perolehan medali cabang bulu tangkis dengan raihan tiga emas dan tiga perunggu.

    Medali emas Jatim diperoleh dari nomor beregu putri, ganda putri, dan ganda campuran.

    Adapun DKI Jakarta sebagai juara umum bulu tangkis pada PON 2016 harus puas finis di posisi ketiga dengan satu emas dari beregu putra, dua perak dari ganda putra dan beregu putri, serta dua perunggu dari nomor ganda putra dan ganda putri.

    Sedangkan Jawa Tengah berada di posisi keempat dengan raihan satu perak dan tiga perunggu.

    Sementara itu, meski belum berhasil membawa pulang emas, kontingen Bali dan Papua telah mencatatkan sejarah di ajang PON setelah meloloskan wakil-wakilnya ke babak semifinal di tengah dominasi empat provinsi langganan juara, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DKI Jakarta.

    Bali meraih satu perak di nomor tunggal putri, ditambah dua perunggu dari ganda campuran dan beregu putri. Sementara tuan rumah Papua mendapat dua perunggu dari nomor beregu putri dan tunggal putri.

    Hasil lengkap final bulu tangkis PON Papua 2021, Rabu 13 Oktober:

    Ganda campuran - Rehan Naufal Kusharjanto/Marsheilla Gischa Islami (Jatim) vs Bagas Maulana/Indah Cahya Sari Jamil (Jateng) 21-19, 19-21, 15-6 retired.

    Tunggal putri - Saifi Riska Nurhidayah (Jabar) vs Koman Ayu Cahya Dewi (Bali) 8-21, 21-17, 21-18.

    Tunggal putra - Panji Ahmad Maulana (Jabar) vs Syabda Perkasa Belawa (Jabar) 21-9, 21-17.

    Ganda putra - Muhammad Shohibul Fikri/Pramudia Kusumawardana vs Adnan Maulana/Ghifari Ananda 21-12, 21-10.

    Ganda putri - Febriana Dwi Puji Kusuma/Marsheilla Gischa Islami (Jatim) vs Melani Mamahit/Rayhan Vania Salsabila (Jabar) 21-15, 21-12.

    Klasemen perolehan medali bulu tangkis PON Papua (emas, perak, perunggu):
    Jawa Barat (3-3-1)
    Jawa Timur (3-0-2)
    DKI Jakarta (1-2-2)
    Jawa Tengah (0-1-3)
    Bali (0-1-2)
    Papua (0-0-2)
    Banten (0-0-1)
    Sulawesi Utara (0-0-1).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kereta Cepat Jakarta - Bandung: Sembilan Tahun Perjalanan hingga Bengkak Biaya

    Proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung jadi pembicaraan publik karena muncul cost overrun. Jokowi lantas meneken Perpres untuk mendukung proyek itu.