Reaksi Dunia Usai WTA Tunda Semua Turnamen di Cina Karena Kasus Peng Shuai

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Petenis Cina Peng Shuai menandatangani bola tenis berukuran besar pada upacara pembukaan kejuaraan tenis Fila Kids di Beijing,  Minggu, 21 November 2021. (Twitter@qingqingparis | Reuters)

    Petenis Cina Peng Shuai menandatangani bola tenis berukuran besar pada upacara pembukaan kejuaraan tenis Fila Kids di Beijing, Minggu, 21 November 2021. (Twitter@qingqingparis | Reuters)

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah tokoh dan atlet dunia ikut bereaksi menanggapi keputusan Asosiasi Tenis Wanita (WTA) untuk menangguhkan semua turnamen tenis dunia di Cina. Keputusan ini diambil untuk merespons kekhawatiran tentang keamanan mantan petenis ganda nomor satu dunia, Peng Shuai.

    Keberadaan Peng menjadi perhatian internasional setelah dia mengunggah pesan di media sosial pada awal November lalu. Ia mengunggah tuduhan bahwa mantan Wakil Perdana Menteri Cina, Zhang Gaoli, telah melakukan pelecehan seksual terhadapnya.

    Baik Zhang, yang pensiun pada 2018, maupun pemerintah China tidak mengomentari tuduhan tersebut. Peng muncul pada pertengahan November saat makan malam dengan teman-teman dan di turnamen tenis anak-anak di Beijing. Foto dan videonya disebarkan media pemerintah Cina.

    Komite Olimpiade Internasional menyatakan telah melakukan panggilan video 30 menit dengan Peng pada 21 November. Mereka juga mengaku telah melakukan panggilan kedua pada hari Rabu, 1 Desember 2021. "Kami telah menawarkan dukungan luas kepadanya, dan akan tetap berhubungan secara teratur dengannya, dan telah menyetujui pertemuan pribadi pada Januari," tulis IOC dalam sebuah pernyataan tertulis dikutip dari Reuters.

    Berikut ringkasan reaksi sejumlah tokoh dan atlet tenis dunia terhadap keputusan WTA menangguhkan turnamen di Cina.

    Asosiasi Tenis Amerika Serikat (USTA)
    "USTA memuji WTA dan ketuanya, Steve Simon, para pemainnya, dan turnamen atas kepemimpinan yang telah mereka tunjukkan dalam melindungi hak-hak perempuan, dan seruan untuk penyelidikan penuh dan transparan atas tuduhan penyerangan seksual Peng Shuai. Jenis kepemimpinan ini berani dan ada kebutuhan untuk memastikan hak semua individu dilindungi dan semua suara didengar," tulis USTA.

    Billie Jean King, 78 tahun, Pendiri WTA
    "Saya memuji Steve Simon dan kepemimpinan WTA karena mengambil sikap kuat dalam membela hak asasi manusia di Cina dan di seluruh dunia. WTA berada di sisi yang benar dalam sejarah tenis dalam mendukung para pemainnya. Ini adalah alasan lain mengapa tenis wanita adalah pemimpin dalam olahraga ini."

    Martina Navratilova, 65 tahun, juara Grand Slam 18 kali
    "Ini adalah sikap berani Steve Simon dan WTA di mana kami menempatkan prinsipnya di atas $ (uang) dan membela wanita di mana-mana dan khususnya untuk Peng Shuai. Sekarang - apa yang kamu katakan, IOC? Sejauh ini aku hampir tidak bisa mendengarmu!!! #WhereisPengShuai."

    Novak Djokovic, 34 tahun, petenis nomor satu dunia
    "Saya mendukung sepenuhnya sikap WTA karena kami tidak memiliki cukup informasi tentang Peng Shuai dan kesejahteraannya. Ini soal kehidupan pemain tenis yang kami pertanyakan, jadi kami, sebagai komunitas tenis, harus berdiri bersama."

    Shelby Rogers, 29 tahun, petenis Amerika Serikat
    "Bangga menjadi bagian dari organisasi seperti @WTA dan bangga dengan bagaimana kami melangkah untuk keluarga tenis kami saat itu penting."

    John Millman, 32 tahun, petenis Australia
    "Sikap yang sangat kuat. Hal-hal yang jauh lebih besar di dunia daripada permainan tenis itu sendiri."

    Kevin Anderson, 35 tahun, Petenis Afrika Selatan
    "Saya memuji WTA dalam membuat pernyataan yang sangat kuat, membela lebih dari sekadar tenis. Membela hak dan suara wanita."

    Darren Cahill, 56 tahun, pelatih dan mantan pemain
    "WTA telah menunjukkan kepedulian, perhatian, dan kepemimpinan yang luar biasa melalui ini. Bagus untuk Steve dan timnya. Penghormatan juga kepada Dewan Pemain WTA yang berbicara atas nama para pemain karena keputusan ini memengaruhi semua pemain tetapi merupakan hal yang benar untuk dilakukan."

    Rennae Stubbs, 50 tahun, mantan ganda nomor satu dunia
    "Sikap dari WTA dan Steve Simon sebagai CEO mengirimkan pesan yang sangat kuat kepada CTA (Asosiasi Tenis Cina) dan pemerintah Cina bahwa WTA mendukung kesehatan dan keselamatan para pemainnya. Kami tidak bermain di turnamen di sana jika kami tidak bisa mendapatkan jawaban atas salah satu keselamatan kami sendiri. #togetherwestand."

    REUTERS | ANTARA

    Baca juga : WTA Tunda Semua Turnamen Tenis Dunia di China Karena Kasus Peng Shuai


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Sepakati Travel Bubble dengan Singapura, Ini Penjelasannya...

    Indonesia membuka pintu pariwisata melalui Travel Bubble. Wisatawan yang memenuhi syarat dapat menyeberang ke Singapura melalui Batam dan Bintan.